Alasan Lahirnya OJK: Perlu Pengawasan Terintegrasi Sektor Keuangan dan Belajar dari Krisis

Kompas.com - 07/09/2020, 13:59 WIB
Logo OJK KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKOLogo OJK

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah mendiskusikan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan ketiga atas UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia.

Wacana revisi UU BI itu membuat isu pengalihan fungsi pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) kembali ke Bank Indonesia (BI) kembali timbul ke permukaan.

Adapun di dalam versi RUU BI pasal 34 ayat (1) dijelaskan, tugas mengawasi bank yang selama ini dilaksanakan oleh OJK dialihkan kepada BI.

Baca juga: Pengawasan Bank Dialihkan ke BI, OJK: Itu Domain Politik...

Pengalihan tugas mengawasi bank dilaksanakan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Desember 2023.

Proses pengalihan kembali fungsi pengawasan bank dari PJK ke BI pun akan dilakukan secara bertahap setelah dipenuhi syarat-syarat.

Syarat-syarat itu meliputi infrastruktur, anggaran, personalia, struktur organisasi, sistem informasi, sistem dokumentasi, dan berbagai peraturan pelaksanaan berupa perangkat hukum serta dilaporkan kepada DPR.

Lantas, bagaimana latar belakang OJK dibentuk?

Mengutip laman resmi OJK, Senin (7/9/2020), lahirnya OJK tak luput sebagai pelajaran dari krisis besar tahun 1998.

Krisis ekonomi tahun 1997-1998 yang dialami Indonesia membuat pemerintah perlu melakukan pembenahan di sektor perbankan.

Pembenahan bertujuan untuk menstabilkan sistem keuangan dan mencegah terulangnya krisis.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X