Gelombang 7 Ditutup, Kartu Prakerja Masih Ada Kuota 1,8 Juta Orang

Kompas.com - 07/09/2020, 15:33 WIB
Melalui Kartu Prakerja, harapan untuk memerdekakan angkatan pra kerja dari inkompetensi dapat segera terwujud. Ke depan, program tersebut dapat menumbuhkan wirausahawan-wirausahawan baru. Kompas.comMelalui Kartu Prakerja, harapan untuk memerdekakan angkatan pra kerja dari inkompetensi dapat segera terwujud. Ke depan, program tersebut dapat menumbuhkan wirausahawan-wirausahawan baru.
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan pendaftaran untuk gelombang 7 program Kartu Prakerja telah ditutup pada Senin (7/9/2020) siang ini.

Bagi Anda yang belum menjadi peserta program Kartu Prakerja, tak perlu khawatir. Sebab masih ada kuota untuk 1,8 Juta orang pada gelombang-gelombang selanjutnya.

Head of Communication Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja Louisa Tuhatu menjelaskan, jumlah kuota peserta yang diterima pada gelombang 7 kali sebanyak 800.000 orang.

Baca juga: Resesi Semakin Dekat, Milenial Harus Persiapkan Hal Ini

Dengan demikian, secara keseluruhan jumlah peserta yang menjadi peserta program andalan kala Presiden Joko Widodo kampanye tersebut bakal mencapai 3,88 juta orang.

"Yang menerima Kartu Prakerja akan menjadi 3,8 juta," ujar Louisa dalam pesan singkat.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, secara keseluruhan hingga saat ini terdapat 18,7 juta orang yang telah mendaftar di program Kartu Prakerja.

Sebab, sebanyak lebih dari 2,8 juta orang telah mendaftar pada gelombang 7 kali ini.

Louisa pun menjelaskan, dengan kuota yang tersisa sebanyak 1,8 juta orang, maka pembukaan gelombang pendaftaran akan dilakukan sebanyak tiga kali lagi.

"Diharapkan begitu kalau bisa konsisten 800.000 per gelombang," jelas dia.

Baca juga: Sri Mulyani Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp 43,3 Triliun untuk 2021

Untuk diketahui, pemerintah menargetkan hingga akhir tahun bakal ada 5,6 juta orang yang menjadi peserta dan mendapatkan insentif dari program Kartu Prakerja.

Untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan program, pemerintah pun mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 triliun.

Rinciannya sebesar Rp 5,6 triliun untuk biaya pelatihan, insentif sebesar Rp 13,45 triliun, dana survei Rp 840 miliar, PMO Rp 100 juta.

Peserta program Kartu Prakerja akan mendapat bantuan dari pemerintah senilai Rp 3,55 juta. Bantuan tersebut terdiri dari biaya bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta yang tidak bisa dicairkan (hanya untuk biaya pelatihan), insentif penuntasan pelatihan Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan, dan insentif survei kebekerjaan Rp 150.000.

Baca juga: Tenang, Mahasiswa PTS Juga Akan Dapat Subsidi Pulsa



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X