Luhut Pastikan RI Tetap Kedepankan Investasi Ramah Lingkungan

Kompas.com - 07/09/2020, 17:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan secara virtual, kepada 500 peserta forum yang juga berasal dari Jepang, Jakarta, Selasa (25/8/2020). Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan secara virtual, kepada 500 peserta forum yang juga berasal dari Jepang, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah Indonesia berkomitmen terhadap Paris Agreement.

Ini dengan cara mengedepankan langkah-langkah investasi yang ramah lingkungan.

Hal ini dia sampaikan di hadapan 3.000 peserta yang mengikuti Global Manufacturing dan Industri (GMIS) 2020 secara virtual.

Baca juga: Luhut: Soal Pengembangan Mobil Listrik, Saya Paling Ngotot

"Selain bermanfaat bagi lingkungan penetapan zona industri khusus ini akan mempermudah investor untuk mengoperasikan pembangkit tenaga listrik, sehingga mengurangi biaya produksi," katanya melalui keterangan tertulis, Senin (7/9/2020).

Selain itu, dia memaparkan strategi diversifikasi ekonomi Indonesia dengan berfokus pada pengembangan industri logam.

"Fokus kami saat ini adalah mempertahankan tren positif terkait ekspor besi dan baja yang telah mencapai 7,4 triliun dollar AS pada tahun 2019, serta meningkatkan investasi pada industri logam hilir," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seiring perkembangan industri logam, Luhut bertekad untuk terus membangun sumber daya manusia dengan menyediakan berbagai sekolah kejuruan teknologi di berbagai daerah.

Baca juga: Luhut: Covid-19 Sangat Menakutkan bagi Semua Orang, tetapi Berkah bagi Kami...

Sembari menutup pemaparannya, Mantan Menko Polhukam ini mengajak para negara GMIS 2020 untuk mendukung pengembangan dan pembangunan Industri logam hilir dan energi baru terbarukan (renewable energy) dengan berinvestasi di Indonesia.

Terutama melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) atau dana yang dimiliki suatu negara, yang akan menjadi salah satu inisiatif pemerintah Indonesia untuk mempermudah investasi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.