Kata Rizal Ramli, Ada 3 Fokus yang Perlu Dilakukan Pemerintah untuk Atasi Pandemi

Kompas.com - 07/09/2020, 20:01 WIB
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli dalam acara ?ngopi bareng? di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019) KOMPAS.com/DESY KRISTI YANTIMantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli dalam acara ?ngopi bareng? di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyatakan, sejak dinyatakan pandemi, dirinya sudah mulai menyarankan pemerintah untuk melakukan realokasi anggaran strategis dalam penanganan Covid-19.

Kendati demikian, menurutnya pemerintah tidak fokus dalam melakukan relokasi anggaran.

Menurutnya, ada tiga fokus yang seharusnya dilakukan pemerintah. Pertama anggaran untuk fokus melawan virus corona dari segi kesehatan secara besar-besaran, fokus pemberian bantuan bagi masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, serta fokus peningkatan produksi pangan.

Baca juga: Tak Mau Hadiri Debat yang Ditawarkan Luhut, Rizal Ramli: Itu Ngawur Sepihak

Rizal mengatakan, peningkatan produksi pangan menjadi hal penting untuk memastikan ketersediaan pasokan komoditas di tengah pandemi. Sebab, pandemi juga mengancam terjadinya krisis pangan, sehingga perlu tindakan untuk memitigasinya.

Pertanian menjadi sektor yang memungkinan untuk terus berproduksi karena risiko terkena virus corona di perdesaan lebih kecil ketimbang perkotaan. Selain itu, produksinya tak butuh waktu lama sekitar 2 bulan hingga 4 bulan.

"Jadi yang penting kita ada stok pangan yang cukup sehingga rakyat kita tidak kelaparan kalau nanti krisis ini berkepanjangan," kata dia dalam webinar mengenai ancaman krisis pangan, Senin (7/9/2020)

Sayangnya, menurut Rizal, pemerintah tidak fokus pada ketiga hal tersebut. Melainkan, tetap meninginginkan banyak program dan proyek berjalanan beriringan, yang menurutnya itu malah membuat pandemi makin sulit teratasi

"Tapi begitu saya lihat angka-angkanya, kagak nyambung, karena masih bikin proyek ini, proyek jalan, proyek ibu kota baru, macam-macam. Yah jelas enggak ada uang kalau mau semuanya. Padahal dalam krisis kita perlu prioritas, perlu fokus," jelasnya.

Baca juga: Rizal Ramli Sebut Ahok Masuk BUMN Hanya Akan Tambah Masalah 

Ia bilang, belajar dari penanganan krisis ekonomi di tahun 1998, saat itu pengerjaan proyek-proyek besar dihentikan untuk semantara. Kemudian, setelah dua tahun perekonomian kembali pulih barulah proyek-proyek tersebut dijalankan lagi. Hal ini yang Rizal nilai perlu dilakukan pemerintah.

Rizal mengatakan, jika pemerintah banyak mengerjakan program dan proyek dalam penangangan pandemi di tengah terbatasnya kapasitas fiskal, maka yang akan terjadi adalah terus dilakukan penambahan utang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X