IHSG Pagi Menguat, Rupiah Melemah

Kompas.com - 08/09/2020, 09:32 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) dibuka positif di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (8/9/2020).  Sementara kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini fluktuatif.

Melansir data RTI, pukul 09.08 WIB, IHSG berada pada level 5.241,57 atau naik 11.37 poin (0,22 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.232,91.

Sebanyak 185 saham melaju di zona hijau dan 75 saham di zona merah. Sedangkan 144 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 472,13 miliar dengan volume 1,46 miliar saham.

Baca juga: Ada Bayang Resesi, Rupiah Ditutup Menguat Tipis

Di bursa saham Asia, mayoritas indeks pagi ini juga berada di teritori positif.  Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,23 persen, indeks Strait Times menguat 0,3 persen, indeks Komposit Shanghai naik 0,09 persen, dan indeks Nikkei bertambah 0,43 persen.

Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini sempat dibuka menguat. Namun beberapa saat kemudian mata uang Garuda ini tergelincir ke zona merah.

Menguto data Bloomberg, pukul 09.20 WIB rupiah berada di posisi Rp 14.780 per dollar AS, atau turun 0,27 persen dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.740 per dollar AS.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, rupiah tertekan karena dibayangi sentimen penguatan dollar AS terhadap nilai tukar mata uang regional.

“Pagi ini terlihat dollar masih menguat terhadap nilai tukar regional. Rupiah berpotensi tertekan hari ini,” kata Ariston kepada Kompas.com, Selasa (8/9/2020).

Penguatan dollar AS ini dipicu oleh Kekhawatiran terhadap memanasnya hubungan AS dan China, karena rencana pemerintah AS yang akan memblokir perdagangan dengan perusahaan semikonduktor terbesar China.

Selain itu sentimen positif penguatan dollar AS muncul dari indikasi pemulihan ekonomi AS, dimana data indeks aktivitas manufaktur dan tenaga kerja AS yang dirilis lebih bagus dari proyeksi di pekan lalu.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak pada level Rp 14.650 per dollar AS sampai dengan Rp 14.850 per dollar AS.

Baca juga: IHSG Siap Bangkit, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X