Kurangi Impor Produk Kimia, Chandra Asri Operasikan Dua Pabrik Baru

Kompas.com - 08/09/2020, 10:27 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian pabrik baru polyethylene PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon, Banten, Jumat (6/12/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian pabrik baru polyethylene PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon, Banten, Jumat (6/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk telah mulai mengoperasikan kedua
unit pabrik produk turunan kimia metanol, yakni MTBE dan B1 yang pertama kalinya ada di Indonesia.

Pabrik MTBE (Methyl Tert-butyl Ether) berkapasitas 128 KTA untuk memasok kebutuhan octane booster dalam negeri yang sampai saat ini masih diimpor.

Adapun Pabrik B1 (Butene 1) berkapasitas 43 KTA akan diserap untuk kebutuhan operasional pabrik Chandra Asri sebesar 33 KTA, dengan sisanya ditargetkan untuk pasar domestik.

Baca juga: Pengusaha Prajogo Pangestu Tambah Kepemilikan Saham di Chandra Asri Petrochemical

Konstruksi kedua pabrik diselesaikan sesuai jadwal walaupun di tengah pandemi. Ini dilakukan guna tetap mendukung target pemerintah Indonesia untuk mensubstitusi impor melalui program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Presiden Direktur Chandra Asri, Erwin Ciputra, mengatakan, prioritas utama perseroan adalah
mendukung pemerintah dan industri dalam negeri dalam mengurangi ketergantungan impor.

"Dengan beroperasinya pabrik baru ini, kami berharap tujuan pemerintah mengurangi impor sampai 35 persen di tahun 2022 dapat tercapai," kata Erwin dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konstruksi pabrik MTBE dan B1 milik Chandra Asri ini dilakukan oleh Toyo Engineering Corporation
(TOYO) and PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) sejak tahun 2018.

Baca juga: Danai Modal Kerja, Chandra Asri Petrochemical Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Toyo dan IKPT karena berhasil menyelesaikan konstruksi ini semasa pandemi, sehingga operasional pabrik dapat dimulai sesuai rencana kami,” imbuh Erwin.

Kedua pabrik ini juga merupakan pabrik pertama di Indonesia yang menggunakan Lummus Technology, salah satu teknologi processing pabrik petrokimia paling mutakhir di dunia.

Adapun Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, industri petrokimia di Indonesia memiliki peran penting dalam mensubstitusi impor.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.