Ini Tips dari Sandiaga Uno untuk Mereka yang Ingin Merintis Usaha

Kompas.com - 08/09/2020, 16:13 WIB
Pengusaha yang juga politikus Sandiaga Uno saat menghadiri Custom Week Kotoko x Kasual di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2020). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Pengusaha yang juga politikus Sandiaga Uno saat menghadiri Custom Week Kotoko x Kasual di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha Sandiaga Salahudin Uno berbagi tips ke para generasi muda yang ingin memulai usaha namun bermodal kecil. Menurutnya, modal tak jadi halangan untuk bisa memulai usaha.

"Kalau orang bilang semua perlu modal. Bukan, kita mulai enggak perlu modal, tapi niat. Jadi yang pertama berniat dulu, ingin punya usaha sampingan untuk membantu kegiatan ekonomi saat pandemi," ujarnya dalam webinar mengenai wirausaha, Selasa (8/9/2020).

Ia mengatakan, ada konsep memulai bisnis dengan modal yang kecil, bahkan cukup dengan 1 jam saja sudah bisa memiliki usaha. Sandi menyebutnya dengan istilah 'capcuss' yakni akronim dari cara cepat satu jam buka usaha enggak pakai modal.

Baca juga: Sandiaga Uno Dirikan Startup Kebutuhan Pokok

Menurutnya, ada enam langkah dalam konsep tersebut. Pertama, mencari tahu kebutuhan masyarakat saat ini atau setidaknya dalam 3 bulan ke depan, yang menurut Sandi ini hanya memakan waktu 20 menit.

"Ada sektor-sektor yang saat ini bisa dilirik, mulai dari kesehatan seperti masker, sarung tangan, hand sanitizer, sampai jamu. Juga sedang berkembang kuliner," katanya.

Langkah kedua, membuka rekening di layanan pembayaran online (payment online), ini cukup memakan wkatu 10 menit. Lanjut, ke langkah ketiga dengan membuat brand atau merek untuk jadi pengenal usaha, yang diperkirakan butuh waktu 5 menit.

Langkah keempat, membuka toko online di marketplace atau e-commerce, dan ini hanya butuh waktu 5 menit. Sesudahnya, bisa jadi reseller atau droshipper online untuk menekan modal, dan langkah ini hanya butuh 5 menit.

Adapun dropship merupakan sistem dimana pemesan meminta seller/ supplier untuk mengirimkan barang/ orderan ke customer dengan mencantumkan nama, alamat, kontak, dan toko pemesan sebagai pihak pengirim.

Baca juga: Menurut Sandiaga Uno, Begini Seharusnya Tahapan New Normal Dilakukan

"Searching saja, ada banyak produk- produk di online yang menawarkan kepada reseller atau droshipper. Atau yang jago masak bisa dengan sistem preorder, jadi enggak perlu banyak modal," jelas dia.

Lalu tahap keenam, lakukan promosi lewat media sosial yang cukup memakan waktu 15 menit. Menurutnya, bisa mulai dari aplikasi whatsapp, menawarkan ke orang-orang terdekat mulai dari keluarga, sahabat, hingga kolega.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X