Kompas.com - 09/09/2020, 06:53 WIB
Ilustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Investasi di pasar modal menjadi pilihan yang bisa memberi keuntungan besar, hal ini seiring risikonya yang juga besar. Oleh sebab itu, untuk masuk ke investasi saham, para investor perlu cermat dalam membidik emiten yang akan dibeli sahamnya.

Asisten Wakil Presiden Bursa Efek Indonesia (BEI) Rina Hadriyani memberikan sejumlah saran bagi para investor yang tertarik dengan pasar modal. Menurutnya, investasi di saham bukan berarti ikut-ikutan dengan portofolio teman.

Ia bilang, sebelum membeli saham, investor harus menganalisa kinerja perusahaan yang banyak tersedia keterbukaan informasi BEI, serta melihat pergerakkan saham emiten tersebut selama ini.

Baca juga: Lowongan Kerja di Anak Usaha BUMN untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

"Selain kesiapan dan juga jangan hanya ikut-ikutan saja, kita harus punya sikap bahwa kita mengerti terkait dengan saham yang kita beli. Lihat sahamnya bagaimana, layak enggak perusahaan ini sahamnya dibeli, lihat historical sahamnya," ujar dia dalam webinar mengenai wirausaha Selasa (8/9/2020).

Selain itu, saat ingin membeli saham perusahaan yang baru akan melantai di BEI, investor juga perlu cermat terhadap prospektus perusahaan tersebut. Hal ini akan dipaparkan calon emiten dalam paparan publik, mencakup visi-misi perusahaan, proyeksi bisnis, hingga rencana pembagian dividen.

"Hal-hal semacam itu yang harus teman-teman perhatikan. Buat investor yang masuk ke pasar modal, baca informasi-informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan tercatat tersebut," kata dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: SMS Notifikasi BLT BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penipuan, Ini Cirinya

Lagi-lagi investasi tak hanya berdasarkan opini orang lain, tetapi karena memang mengetahui kondisi emiten tersebut. Ini untuk menghindari potensi kerugian yang sangat besar.

"Jadi jangan ikutan, tapi enggak pelajari perusahannya gimana. Kalau misalnya ternyata sahamnya jelek atau turun jauh banget, akhirnya menyalahkan otoritas bursa, padahal sudah diberi kesempatan baca protektus dan menilai perusahaan itu sendiri," kata Rina.

Di sisi lain, ia juga menekankan dalam berinvestasi para investor harus tidak serakah. Dalam artian, ketika portfolio saham yang dimiliki sudah menunjukkan keuntungan, jangan tiba-tiba melakukan aksi ambil untung secara berlebihan.

Baca juga: [POPULER MONEY] Daftar BLT yang Cair hingga Tahun Depan | Susi Pudjiastuti Buka Lowongan Kerja



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Melonjak, Industri Ritel Bisa Kembali Terpuruk

Kasus Covid-19 Melonjak, Industri Ritel Bisa Kembali Terpuruk

Whats New
Sempat Menguat, Harga Bitcoin dkk Hari Ini Turun Tipis

Sempat Menguat, Harga Bitcoin dkk Hari Ini Turun Tipis

Whats New
Berharap PTDI “Sukses” Jualan Pesawat, bagaikan Pungguk Merindukan Bulan

Berharap PTDI “Sukses” Jualan Pesawat, bagaikan Pungguk Merindukan Bulan

Whats New
Sri Mulyani Makin Waspadai Dampak Penyebaran Varian Baru Covid-19 ke Ekonomi

Sri Mulyani Makin Waspadai Dampak Penyebaran Varian Baru Covid-19 ke Ekonomi

Whats New
Erick Thohir Targetkan BUMN Setor Dividen Rp 35 Triliun Tahun Ini

Erick Thohir Targetkan BUMN Setor Dividen Rp 35 Triliun Tahun Ini

Whats New
K-24 Indonesia Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1

K-24 Indonesia Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1

Work Smart
Himbara Batalkan Rencana Pengenaan Tarif ATM Link, KKI Cabut Laporan di KPPU

Himbara Batalkan Rencana Pengenaan Tarif ATM Link, KKI Cabut Laporan di KPPU

Whats New
Apa Itu Paylater? Simak Definisi, Contoh, dan Tips agar Tak Terjebak

Apa Itu Paylater? Simak Definisi, Contoh, dan Tips agar Tak Terjebak

Whats New
OJK Ungkap Pentingnya UU Perlindungan Data Pribadi bagi Pengguna Pinjol

OJK Ungkap Pentingnya UU Perlindungan Data Pribadi bagi Pengguna Pinjol

Whats New
Kuartal I-2021, Lippo Karawaci Kantongi Pendapatan Rp 3,41 Triliun

Kuartal I-2021, Lippo Karawaci Kantongi Pendapatan Rp 3,41 Triliun

Rilis
Kemenko Perekonomian: Revisi PP 109 Tahun 2012 Belum Urgen

Kemenko Perekonomian: Revisi PP 109 Tahun 2012 Belum Urgen

Whats New
Simak Rincian Biaya Sertifikasi Produk Halal dari Sri Mulyani

Simak Rincian Biaya Sertifikasi Produk Halal dari Sri Mulyani

Whats New
Sidang IMO MEPC ke-76 Alot, RI Mentahkan Usul Eropa soal Reduksi Emisi

Sidang IMO MEPC ke-76 Alot, RI Mentahkan Usul Eropa soal Reduksi Emisi

Whats New
Usai Terbitkan Obligasi, Adhi Commuter Properti Kembangkan Dua Proyek

Usai Terbitkan Obligasi, Adhi Commuter Properti Kembangkan Dua Proyek

Whats New
Ahok Usulkan Fasilitas Kartu Kredit untuk Komisaris dan Direksi Pertamina Dicabut

Ahok Usulkan Fasilitas Kartu Kredit untuk Komisaris dan Direksi Pertamina Dicabut

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X