Menkop Teten: Penguatan Ekonomi Domestik Bisa Percepat Pemulihan Akibat Pandemi

Kompas.com - 09/09/2020, 13:59 WIB
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki dalam acara Karya Kreatif Indonesia yang disiarkan secara virtual, Minggu (30/8/2020).  (Tangkapan Layar) KOMPAS.com/ELSA CATRIANAMenteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki dalam acara Karya Kreatif Indonesia yang disiarkan secara virtual, Minggu (30/8/2020). (Tangkapan Layar)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menyatakan upaya penguatan terhadap ekonomi domestik akan menjadi kunci utama yang bisa mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19.

“Saat ini, satu atau dua tahun ke depan kita akan lebih banyak mengandalkan kekuatan ekonomi domestik terutama kekuatan di sektor hulu, pertanian yang tercatat tumbuh 16 persen selama pandemi,” ujarnya mengutip siaran resminya, Rabu (9/9/2020).

Menurut dia, hal ini harus dilakukan agar bisa memperkuat fondasi ekonomi domestik, terlebih lagi saat ini perekonomian Indonesia ditopang oleh konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah.

Baca juga: UMKM Bisa Melantai di Bursa, Ini Manfaatnya

Selain itu, Teten mengatakan penting juga untuk membereskan tata kelola, kelembagaan, termasuk rantai pasok untuk sektor-sektor yang berkontribusi besar bagi ekonomi domestik, terutama pertanian.

“Saya kira penting ekonomi domestik, terutama untuk menjawab 3 isu besar saat ini, yaitu lapangan kerja, kebutuhan pangan, dan masalah kesehatan,” katanya.

Dia berpendapat jika kekuatan ekonomi domestik mampu menjawab tantangan 3 isu besar tersebut, maka perekonomian nasional bisa segera dipulihkan.

Teten juga akan fokus pada persoalan digitalisasi sektor koperasi dan UMKM, yang disebutnya sebagai solusi di masa pandemi.

“Dibandingkan dengan kuartal kedua tahun 2019, penjualan di marketplace digital naik hingga 26 persen, jadi tumbuh luar biasa terutama produk makanan minuman, kebutuhan pokok, alat sekolah, dan keperluan untuk kesehatan. Sayangnya, dari seluruh UMKM, baru 13 persen yang terhubung ke matketplace digital,” katanya.

Untuk itu pihaknya mendorong lebih banyak UMKM masuk ke platform digital, terlebih saat ini tercatat 97 persen wilayah Indonesia telah terakses internet.

Pemerintah, lanjut Teten, juga menggulirkan sejumlah kebijakan khusus untuk memastikan UMKM tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19, di antaranya melalui berbagai program, yakni restrukturisasi pinjaman, bantuan subsidi bunga selama 6 bulan dan subsidi pajak.

Kebijakan terbaru berupa pemberian hibah melalui program Banpres Produktif Usaha Mikro yang diberikan kepada 12 juta pelaku usaha mikro sebesar Rp 2,4 juta.

Sejumlah program lain juga digalakkan, termasuk memperkuat demand, supply, hingga daya beli masyarakat dan BUMN kepada produk koperasi dan UMKM.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X