Indonesia Berpeluang Resesi, Masyarakat Tak Perlu Panik

Kompas.com - 09/09/2020, 14:05 WIB
Ilustrasi resesi ekonomi akibat pandemi virus corona. SHUTTERSTOCK/LIGHTSPRINGIlustrasi resesi ekonomi akibat pandemi virus corona.

Ia mengatakan, usai PSBB dilonggarkan pemulihan ekonomi mulai berlangsung di Juni dan Juli terlihat dari peningkatan belanja konsumen, namun sejak pertengahan Agustus kondisinya kembali stagnan.

"Kecenderungan probabilitasnya akan negatif lagi di kuartal III, paling buruknya sekitar minus 3 persen, dan ini enggak mengarah ke angka dobel digit seperti negara-negara lain," pungkas dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III mendatang akan cenderung masuk ke skenario batas bawah yakni negatif.

Dengan demikian, Indonesia akan masuk definisi resesi secara teknis, yakni perekonomian negatif dalam dua kuartal berturut-turut.

"Kemenkeu memproyeksi pada 2020 pertumbuhan negatif 1,1 persen sampai tumbuh positif 0,2 persen, lower end menunjukkan kuartal III mungkin negative growth," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (2/9/2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X