RIP Jakob Oetama

Kompas.com - 09/09/2020, 18:36 WIB
[ARSIP] Portrait foto Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULU[ARSIP] Portrait foto Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

SIANG tadi saya menerima WA yang mengabarkan berita duka telah berpulangnya Bapak Jakob Oetama, Bapak Kompas Gramedia dalam usia 88 tahun. Sebagai tokoh Pers terkemuka sekaligus Wartawan Kawakan, beliau saya kenal pertamakali sebagai salah satu kolega Ayah saya.

Perjuangannya dalam memajukan dunia kewartawanan dan banyak bidang lainnya dalam wadah Kompas Gramedia sudah banyak diketahui masyarakat luas.

Kredibilitas moral dari tata cara dan gaya pemberitaan kelompok Kompas sangat disegani semua orang dan telah merupakan merek dagang yang sangat diandalkan berkat peran beliau. Kita semua kehilangan tokoh dunia Pers yang sangat dihormati.

Beruntung sekali pada tahun 2009, ketika saya menerbitkan buku “Cat Rambut Orang Yahudi”, buku yang merupakan kumpulan artikel saya di Kompasiana, beliau bersedia untuk menulis Kata Pengantarnya. Saya memang menginginkan buku saya itu diberi kata pengantar oleh beliau.

Kebetulan buku saya itu akan diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas dan Sang Editor yang menanganinya adalah Saudara Pepih Nugraha Wartawan Kompas sahabat saya yang sekaligus merupakan salah satu pimpinan dan penggagas media daring Kompasiana.

Dengan Pepih sebagai mediator, maka Pak Jakob menyatakan kebersediaannya dan langsung meminta untuk dikirim naskah buku saya tersebut.

Untuk menghormati dan mengenang beliau , berikut ini saya tulis ulang Kata Pengantar Bapak Jakob Oetama pada buku Cat Rambut Orang Yahudi:

KATA PENGANTAR

Membaca kumpulan tulisan Marsekal Chappy Hakim dalam buku ini, teringatlah saya rubrik Kompasiana dalam HU Kompas yang terbit dalam tahun 60an – 70an, diasuh oleh PK Ojong. Narasinya menarik, sangat human, dituturkan secara lugas, bersemangat keberpihakan pada rakyat, mengangkat persoalan-persoalan actual yang kadang-kadang sebagai peristiwa biasa menjadi kapstok mengingatkan jatidiri kemanusiaan. Semua peristiwa ditempatkan dalam konteks jatidiri manusia yang menus-kerdil sekaligus adiluhur-mulia. Dalam hal gaya mirip-mirip Mahbub Djunaidi, tidak sesarkastis M.A.W Brouwer, tentu tidak sejenaka Jaya Suprana misalnya.

Oleh karena itu, ketika Pak Chappy Hakim meminta saya membuat Kata Pengantar dengan menyodorkan draft bukunya, dengan mengikuti tulisan-tulisannya dalam kolom Opini di Kompas, Jakarta Post, majalah Angkasa, Intisari dan sejumlah penerbitan lain, segera saya menyatakan kesediaan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X