Basuki: Bemo Saja Tidak Boleh Masuk Tol, Apalagi Sepeda

Kompas.com - 10/09/2020, 12:38 WIB
Pesepeda melintas di Jalan Layang Non Tol Antasari, Jakarta, Minggu (30/8/2020) pagi. Dok. Ari WibisonoPesepeda melintas di Jalan Layang Non Tol Antasari, Jakarta, Minggu (30/8/2020) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan, sepeda tidak dapat masuk ke dalam Tol Dalam Kota Jakarta.

Rencana Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk menggunakan Tol Lingkar Dalam Kota sebagai lintasan sepeda dinilai melanggar aturan yang berlaku.

Basuki menjelaskan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol secara jelas menyatakan, jalan tol hanya diperuntukkan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Baca juga: Aturan Soal Penggunaan Sepeda Tinggal Menunggu Persetujuan Presiden Jokowi

Hal tersebut tertuang dalam Pasal 38 PP Nomor 15 Tahun 2005.

"PP nya itu menutup ( sepeda masuk jalan tol), kalau di jalan tol itu untuk mobil, roda empat dan lebih," katanya, di Kantor Kementerian PUPR, Kamis (10/9/2020).

Oleh karenanya, Basuki menegaskan setiap kendaraan dengan roda di bawah empat, dilarang untuk memasuki tol, seperti hal nya sebuah bemo ataupun sepeda.

"Kurang dari roda empat, bemo aja enggak boleh, roda tiga. Jadi kalau aturannya jalan tol untuk kendaraan roda empat dan lebih, apalagi kalau sepeda," ujarnya.

Baca juga: Gowes Kembali Populer, Apakah Astra Bakal Produksi Lagi Sepeda Federal?

Pada kesempatan itu, rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memanfaatkan Tol Lingkar Dalam Kota sebagai lintas sepeda setiap hari Minggu mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB dipastikan belum bisa dilaksanakan.

"Saat ini sedang dilakukan simulasi oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta," ucap Basuki.

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menagjukan permohonan kepada Menteri PUPR unutk memanfaatkan Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta sisi Barat Ruas Cawang-Tanjung Priok sebagai lintas sepeda.

Permohonan tersebut tertuang dalam surat tertanggal 11 Agustus 2020, didasari oleh peningkatan volume pesepeda setiap minggunya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X