Kompas.com - 10/09/2020, 14:16 WIB
Ilustrasi Jakarta ThinkstockIlustrasi Jakarta
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Jakarta, lantaran jumlah kasus positif Covid-19 semakin melonjak.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyatakan, PSBB bukanlah kondisi yang menyenangkan bagi pelaku usaha. Sebab PSBB dinilai akan memukul kegiatan usaha dan menekan permintaan masyarakat.

"Padahal saat ini pelaku usaha sudah mati-matian mempertahankan eksistensi dan kinerja dengan modal yang semakin menipis," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jakarta. Kamis (10/9/1010).

Baca juga: PSBB Jakarta Diperketat, Pelanggan PLN Wajib Kirim Foto Meteran Lagi?

Shinta khawatir, bila kebijakan ini diberlakukan dalam waktu yang lama tanpa adanya hasilpengendalian Covid-19 yang memuaskan, maka banyak para pelaku usaha di sektor riil nasional khususnya UMKM akan mati karena tidak sanggup bertahan.

Meski khawatir, Shinta memahami kebijakan PSBB total dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, ia berharap kebijakan ini bisa berjalan efektif.

"Karena itu, kami harap kebijakan ini bisa menghasilkan output pengendalian Covid-19 yang efektif dalam waktu yang singkat-singkatnya sehingga tidak berlama-lama PSBB diterapkan," ucapnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: IHSG Merosot Hingga Diberhentikan Sementara, BEI Sebut Karena Kebijakan PSBB

Selain itu, Shinta juga berpendapat semakin cepat pemerintah bisa mengendalikan Covid-19 sampai mendekati nol, maka kegiatan PSBB bisa dihilangkan.

Untuk itu, dia meminta Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta juga memastikan pelaksanaan PSBB kali ini betul-betul sukses menihilkan penyebaran Covid-19 di Jakarta sebelum pertengahan kuartal 4.

Sebab, menurut dia kalau PSBB masih diterapkan dengan waktu yang lama bisa membuat kinerja ekonomi di kuartal 4 akan mengalami penurunan.

"Ekonomi nasional 2020 juga akan lebih pesimistis dari yang sudah diproyeksikan sekarang. Makanya kami harapkan pelaksanaan PSBB kali ini harus sudah diselesaikan sebelum pertengahan kuartal 4," ungkapnya.

Baca juga: Menko Airlangga: IHSG Terjun di Bawah 5.000 karena Pengumuman Gubernur DKI



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X