Jakarta Terapkan PSBB Total, Menperin Khawatir Industri Manufaktur Tertekan

Kompas.com - 10/09/2020, 16:24 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Kamis (27/8/2020). Dokumentasi Humas Kementerian PerindustrianMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Kamis (27/8/2020).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai pengetatan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Mantan Menteri Sosial tersebut mengatakan, kinerja industri manufaktur bakal kembali tertekan akibat keputusan tersebut. Hal itu bakal kian parah bila wilayah lain juga menerapkan hal serupa.

"Kami melihat industri yang sedang menggeliat ini khawatir mendapat tekanan, tapi yang perlu disampaikan bahwa pemerintah menilai kesehatan masyarakat suatu hal yang tidak bisa ditawar," ujar Agus dalam video conference, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Baca juga: Indef Nilai Prioritas RAPBN 2021 Salah Arah, Apa Alasannya?

Agus memaparkan, industri manufaktur merupakan penyumbang terbesar perekonomian Indonesia. Tertekannya kinerja industri manufaktur bakal berpengaruh besar terhadap kondisi perekonomian secara keseluruhan.

Sumbangan industri manufaktur terhadap perekonomian sebesar 19,87 persen. Pada kuartal II-2020 lalu, industri manufaktur mengalami kontraksi hingga -5,37 persen.

Agus menilai, industri manufaktur telah cukup menggeliat pada periode Agustus 2020.

Hal tersebut terlihat dari Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur RI telah berada pada level di atas 50, yakni sebesar 50,8.

Baca juga: Pengusaha Harap PSBB Jakarta Bisa Kendalikan Covid-19 dalam Waktu Singkat

"Kami perkirakan di akhir kuartal III-2020, momentum ini terus dijaga agar bisa menjaga Indonesia tidak jatuh dalam resesi," ujar dia.

Selain memengaruhi kinerja industri manufaktur, Agus menilai pengetatan PSBB juga bakal memengaruhi agenda pemerintah untuk melakukan substitusi impor.

Kementerian Perindustrian sendiri menargetkan pada tahun 2022 mendatang Indonesia bisa melakukan substitusi impor hingga 35 persen.

"Banyak yang bilang terlalu ambisius, tapi kita jalan terus dengan program ini, dengan catatan kalau PSBB kembali diketatkan, bukan hanya di Jakarta, tapi daerah lain, ini akan pengaruhi program substitusi impor," ujar dia.

Baca juga: IHSG Anjlok, Pemerintah Diminta Tidak Saling Menyalahkan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X