PSBB Jakarta Akan Diketatkan Lagi, Bagaimana Operasional KRL?

Kompas.com - 11/09/2020, 12:34 WIB
Penumpang meggunakan masker saat memberikan himbauan jaga jarak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat ada kenaikan jumlah penumpang di beberapa stasiun KRL Jabodetabek pada hari ini. Senin (3/8) pukul 07.00 WIB, total keseluruhan pengguna KRL mencapai 71.325 orang. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenumpang meggunakan masker saat memberikan himbauan jaga jarak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat ada kenaikan jumlah penumpang di beberapa stasiun KRL Jabodetabek pada hari ini. Senin (3/8) pukul 07.00 WIB, total keseluruhan pengguna KRL mencapai 71.325 orang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, memutuskan untuk memperketat kembali penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mulai Senin (14/9/2020) depan.

Rencananya, PSBB akan diterapkan seperti pada Maret lalu. Saat itu berbagai macam transportasi umum, seperti kereta rel listrik ( KRL) dibatasi operasionalnya.

Nah bagaimana operasional KRL di masa PSSB mendatang?

Baca juga: PSBB Jakarta Diperketat, Menaker Sediakan Posko Aduan

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memastikan belum ada perubahan operasional KRL, setelah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengumumkan pengetatan PSBB pekan depan.

"Jika ada perubahan akan kami info," ujar Vice President Corporate Communications KCI, Anne Purba, kepada Kompas.com, Jumat (11/9/2020).

Anne mengatakan, KRL saat ini masih sama seperti pada saat PSBB transisi, yakni beroperasi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

KCI masih akan mengoperasikan 975 perjalanan KRL per hari dengan waktu operasional pukul 04.00 WIB-21.00 WIB. Kemudian, jumlah penumpang juga masih dibatasi.

"Fokus ke 74 (penumpang) per kereta," ucap Anne.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies memutuskan untuk menarik rem darurat dan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Anies menyebutkan, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan sejumlah faktor yakni ketersediaan tempat tidur rumah sakit yang hampir penuh dan tingkat kematian yang tinggi.

"Tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali untuk menarik rem darurat sesegera mungkin," ujar Anies.

Baca juga: Ada PSBB Jakarta, Saham Dua Sektor Ini Masih Bisa Raup Untung



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X