Efisiensi Kerja, Waskita Karya Gunakan Aplikasi Terintegrasi

Kompas.com - 11/09/2020, 13:01 WIB
Kondisi di Gerbang Tol Brebes Timur, Jawa Tengah, Sabtu (2/6/2018). Ruas Tol Pejagan-Pemalang ini dimiliki oleh Waskita Karya. MAULANA MAHARDHIKAKondisi di Gerbang Tol Brebes Timur, Jawa Tengah, Sabtu (2/6/2018). Ruas Tol Pejagan-Pemalang ini dimiliki oleh Waskita Karya.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) melakukan integrasi proses bisnis berbasis teknologi informasi. Program Waskita Integrated Digital Enterprise (WIDE) ini mengompilasi beberapa aplikasi teknis.

Aplikasi tersebut antara lain Waskita Aplication Vendor Excellence (WAVE), Waskita Employee Self Service Tecnology (WEST), Waskita Enterprise Risk management (WARM), Waskita Equipment Log and list (WELL), Whistle Blowing System (WBS), QHSE Application, dan Project Monitoring System (PROMIS).

“Program besar ini dilengkapi fitur-fitur yang mendukung keamanan dan kerahasiaan data, sehingga memudahkan dalam memberikan infomasi serta mencegah adanya duplikasi data dan dokumen sejenis,” Jelas Director of HCM and System Development Waskita Karya Hadjar Seti Adji dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2020).

Baca juga: Ada Pandemi, Waskita Karya Optimistis Kinerja Masih Positif

WAVE adalah manajemen data vendor terpusat untuk e-Procurement dan e-Purchasing. WAVE membuat proses pengelolaan data vendor lebih efektif dan efisien. Fasilitasnya mulai dari registrasi mandiri, pengelolaan dokumen digital hingga integrasi data.

Adapun WEST berfungsi untuk melayani seluruh kebutuhan pegawai dalam satu wadah, termasuk absensi elektronik, proses cuti dan data asesmen kinerja pegawai.

Kemudian, WARM merupakan alat bagi manajemen untuk mengumpulkan data risiko dari seluruh bagian perusahaan dan memantau mitigasi risiko secara berkala.

Sementara itu, WELL adalah aplikasi pengelolaan peralatan konstruksi berbasis web.

Untuk menunjang aspek Quality Health, Safety and Environment, Waskita memiliki program QHSE Application untuk memantau dan mengevaluasi penerapan QHSE di lingkungan kantor dan proyek. Untuk penegakan Good Governace Corporate (GCG), manajemen menyediakan aplikasi WBS dan PROMIS.

Baca juga: Semester I 2020, Waskita Karya Raih Pendapatan Usaha Rp 8,04 Triliun

Aplikasi PROMIS merupakan sarana untuk memudahkan monitoring produktivitas Corporate Office dan Business Unit sehingga kinerja karyawan tetap optimal meskipun menerapkan sistem kerja Work From Home (WFH).

PROMIS digunakan untuk mendokumentasikan semua rencana kerja divisi, mencatat eksekusi rencana kerja, serta menampilkan laporan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan beserta pencapaiannya.

“Proses integrasi aplikasi berbasis digital ini membuat proses bisnis Waskita menjadi lebih efisien, dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG)," sebut Hadjar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X