PHK 4.300 Pegawai, CEO Singapore Airlines: Keputusan Terberat dan Menyiksa

Kompas.com - 11/09/2020, 13:28 WIB
Pesawat tipe Airbus A380 pada maskapai penerbangan Singapore Airlines, (8/10/2013). SHUTTERSTOCK/RYAN FLETCHERPesawat tipe Airbus A380 pada maskapai penerbangan Singapore Airlines, (8/10/2013).

SINGAPURA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Singapore Airlines Ltd (SIA) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.300 orang pegawainya. Angka ini setara 20 persen dari total pegawai yang dimiliki maskapai itu.

PHK terpaksa dilakukan Singapore Airlines lantaran pandemi virus corona berdampak negatif terhadap industri penerbangan.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (11/9/2020), PHK dilakukan terhadap para pegawai Singapore Airlines dan dua maskapai lain yang dinaunginya, yakni Silk Air dan Scoot.

Baca juga: Terdampak Corona, Singapore Airlines Dapat Dana Segar Rp 101,2 Triliun

Dalam pernyataan resminya, pihak Singapore Airlines menyatakan masih dalam pembicaraan dengan serikat pekerja dan kesepakatan akan difinalisasi sesegera mungkin. Singapore Airlines terakhir kali melakukan PHK karyawan ketika wabah SARS melanda tahun 2003 silam.

"Melepas para pegawai kami yang sangat bernilai dan berdedikasi adalah keputusan terberat dan paling menyedihkan yang saya buat sepanjang 30 tahun karier saya bersama SIA," kata CEO Singapore Airlines Choon Phong Goh.

"Beberapa pekan ke depan adalah momen terberat dalam sejarah SIA Group," imbuhnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keputusan yang diambil Singapore Airlines menunjukkan bahwa maskapai terbesar di dunia pun tidak bisa menghindar dari krisis keuangan terbesar dalam sejarah setelah pandemi virus corona memukul bisnis transportasi udara.

Baca juga: Singapore Airlines Laporkan Rugi Bersih Pertama dalam 48 Tahun

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menyebut, lalu lintas penumpang tidak akan kembali ke kondisi normal sebelum pandemi hingga tahun 2024 mendatang.

Bisnis Singapore Airlines sendiri cenderung rentan karena tidak melayani penerbangan domestik.

Saham Singapore Airlines anjlok 0,6 persen apda pembukaan perdagangan hari ini. Kemarin, saham maskapai tersebut menukik 1,1 persen.

Adapun sejak awal tahun 2020 ini, saham Singapore Airlines telah amblas 45 persen.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Melonjak, Industri Ritel Bisa Kembali Terpuruk

Kasus Covid-19 Melonjak, Industri Ritel Bisa Kembali Terpuruk

Whats New
Sempat Menguat, Harga Bitcoin dkk Hari Ini Turun Tipis

Sempat Menguat, Harga Bitcoin dkk Hari Ini Turun Tipis

Whats New
Berharap PTDI “Sukses” Jualan Pesawat, bagaikan Pungguk Merindukan Bulan

Berharap PTDI “Sukses” Jualan Pesawat, bagaikan Pungguk Merindukan Bulan

Whats New
Sri Mulyani Makin Waspadai Dampak Penyebaran Varian Baru Covid-19 ke Ekonomi

Sri Mulyani Makin Waspadai Dampak Penyebaran Varian Baru Covid-19 ke Ekonomi

Whats New
Erick Thohir Targetkan BUMN Setor Dividen Rp 35 Triliun Tahun Ini

Erick Thohir Targetkan BUMN Setor Dividen Rp 35 Triliun Tahun Ini

Whats New
K-24 Indonesia Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1

K-24 Indonesia Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1

Work Smart
Himbara Batalkan Rencana Pengenaan Tarif ATM Link, KKI Cabut Laporan di KPPU

Himbara Batalkan Rencana Pengenaan Tarif ATM Link, KKI Cabut Laporan di KPPU

Whats New
Apa Itu Paylater? Simak Definisi, Contoh, dan Tips agar Tak Terjebak

Apa Itu Paylater? Simak Definisi, Contoh, dan Tips agar Tak Terjebak

Whats New
OJK Ungkap Pentingnya UU Perlindungan Data Pribadi bagi Pengguna Pinjol

OJK Ungkap Pentingnya UU Perlindungan Data Pribadi bagi Pengguna Pinjol

Whats New
Kuartal I-2021, Lippo Karawaci Kantongi Pendapatan Rp 3,41 Triliun

Kuartal I-2021, Lippo Karawaci Kantongi Pendapatan Rp 3,41 Triliun

Rilis
Kemenko Perekonomian: Revisi PP 109 Tahun 2012 Belum Urgen

Kemenko Perekonomian: Revisi PP 109 Tahun 2012 Belum Urgen

Whats New
Simak Rincian Biaya Sertifikasi Produk Halal dari Sri Mulyani

Simak Rincian Biaya Sertifikasi Produk Halal dari Sri Mulyani

Whats New
Sidang IMO MEPC ke-76 Alot, RI Mentahkan Usul Eropa soal Reduksi Emisi

Sidang IMO MEPC ke-76 Alot, RI Mentahkan Usul Eropa soal Reduksi Emisi

Whats New
Usai Terbitkan Obligasi, Adhi Commuter Properti Kembangkan Dua Proyek

Usai Terbitkan Obligasi, Adhi Commuter Properti Kembangkan Dua Proyek

Whats New
Ahok Usulkan Fasilitas Kartu Kredit untuk Komisaris dan Direksi Pertamina Dicabut

Ahok Usulkan Fasilitas Kartu Kredit untuk Komisaris dan Direksi Pertamina Dicabut

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X