Erick Thohir Janjikan 30 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tersedia di Akhir 2020

Kompas.com - 11/09/2020, 14:48 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kedua kanan) saat meninjau fasilitas produksi vaksin COVID-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin COVID-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin. ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTOMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kedua kanan) saat meninjau fasilitas produksi vaksin COVID-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin COVID-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir mengatakan, Indonesia akan memiliki 30 juta dosis vaksin Covid-19 di akhir 2020.

Menurut Erick, 20 juta dosis diantaranya, akan didapatkan dari perusahaan farmasi asal China, Sinovac.

“Hasil kerjasama dengan Sinovac ini, kalau memang uji kilinis tahap III berjalan baik, kita sudah mendapat komitmen 20 juta dosis vaksin di akhir tahun ini. Di tahun depan kurang lebih 250 juta,” ujar Erick, Jumat (11/9/2020).

Baca juga: Indef Prediksi Vaksin Covid-19 Bisa Didapatkan pada Akhir 2021 atau Awal 2022

Selain dari Sinivac, lanjut Erick, pemerintah Indonesia juga telah bekerjasama dengan perusahaan farmasi asal Uni Emirat Arab (UAE), yakni G42.

“UAE akan bekerjasama dengan Kimia Farma, alhamdulillah ada komitmen dosis 10 juta. Kita harapkan di kuartal I 2021 ada 50 juta dosis,” kata pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu.

Jika ditotal, kata Erick, di 2021 Indonesia akan memiliki 300 juta dosis vaksin Covid-19. Namun, jumlah tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Tapi sebagai catatan, dari total yang kita dapatkan, 330 juta atau 340 juta ini, ini bukan berarti kita sudah secure untuk seluruh rakyat Indonesia, karena dari 340 juta ini untuk masing-masing individu perlu dua kali disuntikan. Jadi ini baru untuk 170 juta rakyat Indonesia,” ucap dia.

Atas dasar itu, untuk mencukupi kebutuhan vaksin di Indonesia, mantan bos Inter Milan ini akan mengandalkan vaksin merah putih.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp 3,3 Triliun untuk DP Pembelian Vaksin Covid-19

“ Karena memang kalau kita lihat vaksin ini pada saat ini untuk pembentukan anti body terhadap virus ini 6 bulan sampai 2 tahun. Jadi kita tidak mungkin bergantung dengan vaksin yang tadi kita kerjasama. Kita harapkan vaksin merah putih,” ungkapnya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X