Erick Thohir Ingatkan Pilkada Bisa Jadi Gelombang Ketiga Penyebaran Covid-19 di Indonesia

Kompas.com - 11/09/2020, 16:02 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir  (kanan) dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). Kehadiran Menteri Erick untuk berdiskusi terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). ANTARA FOTO/Adam Bariq/app/aww.
 ANTARA FOTO/ADAM BARIQMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kanan) dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). Kehadiran Menteri Erick untuk berdiskusi terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). ANTARA FOTO/Adam Bariq/app/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam Pilkada 2020.

Sebab, jika hal tersebut diabaikan, kata Erick, bukan tak mungkin akan terjadi gelombang ketiga penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“Kami sangat keras, jangan kita bicara sukses Pilkada, tapi gagal dalam penanganan Covid. Karena ini bisa menjadi gelombang ketiga yang sangat berbahaya,” ujar Erick, Jumat (11/9/2020).

Baca juga: Erick Thohir Janjikan 30 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tersedia di Akhir 2020

Erick pun meminta kepada calon kepala daerah yang ikut kontestasi Pilkada tak mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Dia ingin para calon kepala daerah tersebut egois saat melakukan kampanye.

“Jangan hanya mengutamakan terpilihnya saja, tapi mengorbankan fatality,” kata pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu.

Erick mengakui, pertumbuhan pasien Covid-19 di Indonesia meningkat. Namun, masih ada beberapa negara lain yang peningkatan pasien Covid-19 lebih tinggi dibanding Indonesia.

Atas dasar itu, Erick tak ingin jumlah pasien Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Oleh karenanya, dia mengajak seluruh pihak bahu membahu dalam pencegahan penularan virus ini.

“Kalau kita lihat Brazil di 4 jutaan sekarang dan India mendapat tambahan 1 juta dalam tempo 12 haru, bukan suatu yang tidak mungkin kita sendiri kalau tidak berdisiplin masyarakatnya, kita akan melihat angka yang sangat tinggi juga di awal tahun depan,” ungkapnya.

Baca juga: Erick Thohir: Operasi Yustisi Mulai Pekan Depan untuk Menekan Covid-19



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X