Erick Thohir Usul Masyarakat Mampu Beli Vaksin Covid-19

Kompas.com - 11/09/2020, 16:08 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengusulkan adanya skema vaksin Covid-19 secara mandiri.

Melalui skema ini, masyarakat golongan mampu bisa mendapatkan vaksin Covid-19 dengan cara membeli, tidak diberikan secara gratis oleh pemerintah.

“Kami juga sangat mengharapkan masyarakat yang mempunyai uang itu bisa membantu keuangan negara. Tidak gratis (dapat vaksin)," ujarnya, Jumat (11/9/2020).

Baca juga: Lelang Mobil Sitaan, Ada Audi A4 Mulai Rp 31 Juta

"Karena banyak sekali kalau kita lihat sekarang subisidi-subsidi seperti listrik, pupuk, juga banyak dimanfaatkan individu yang tidak membutuhkan,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu.

Mantan bos Inter Milan itu mengaku telah berkomunikasi dengan beberapa asosiasi terkait vaksin mandiri tersebut. Dia pun mengaku mendapat dukungan terkait hal tersebut.

“Mereka ingin bagian vaksin mandiri yang mereka beli sendiri bahkan komitmen pegawainya pun mereka yang beli semua. Ini bagus mengurangi beban pemerintah," ungkapnya.

Baca juga: Erick Thohir Janjikan 30 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tersedia di Akhir 2020

Sementara itu untuk masyarakat tidak mampu, Erick mengusulkan agar pemerintah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memberikan vaksin Covid-19 secara gratis.

“Vaksin bantuan pemerintah akan dari APBN. Data yang akan kita pakai melalui BPJS Kesehatan, yang sesuai dengan data PBI yang kurang lebih 93 juta masyarakat yang membutuhkan,” kata Erick.

Indonesia melalui PT Bio Farma tengah mengembangkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China. Saat ini, Sinovac tengah melakukan uji klinis tahap tiga di Indonesia, Bangladesh, Arab Saudi dan Turki.

Selain dengan Sinovac, Indonesia juga menjalin kerja sama terkait vaksin Covid-19 dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UAE), G42. Untuk G42, melakukan uji klinis sendiri di UEA.

Indonesia telah mengirim tim ke UEA untuk memantau uji klinis tersebut.

Jika proses uji klinis itu berjalan mulus, ditargetkan di awal 2021 sudah bisa dilakukan imunisasi massal bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga: Erick Thohir: Program Subsidi Pulsa Diluncurkan Akhir September



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X