Sederet Alasan Risma Berkeras Tolak Tol Masuk Tengah Kota Surabaya

Kompas.com - 13/09/2020, 13:07 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Dok. Pemkot SurabayaWali Kota Surabaya Tri Rismaharini

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berkali-kali menyatakan penolakan atas rencana pembangunan jalan tol yang melintasi jantung Kota Surabaya. Tol tengah kota sendiri masuk dalam proyek strategis nasional.

Jalan tol tengah Surabaya itu digadang-gadang bisa jadi solusi mengatasi kemacetan Subaya karena kendaraan tak dari luar Surabaya tak harus melintasi daerah pinggiran karena bisa langsung terakses ke tengah kota.

Rencana pembangunan Jalan Tol Waru (Aloha)-Wonokromo-Tanjung Perak tertuang di dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jawa Timur.

Berikut alasan Risma menolak pembangunan tol tengah Kota Surabaya seperti dirangkum dari keterangan resmi Pemerintah Kota (Pemkot Surabaya) seperti dilihat di laman resminya, Minggu (13/9/2020).

Baca juga: Tentang Tol Tengah Surabaya yang Selalu Ditolak Wali Kota Risma

1. Surabaya bisa jadi kota mahal

Risma berpendapat, adanya tol tengah kota akan membuat Surabaya menjadi kota mahal. Dengan begitu, maka kota ini akan dipandang tinggi atau dinilai bagus dan megah.

Kota yang mahal otomatis membuat biaya hidup di Surabaya bisa menjadi lebih mahal. Hal ini justru akan menyulitkan masyarakat yang masuk golongan ekonomi menengah bawah.

“Kalau kota ini menjadi mahal, maka kota itu tidak akan menjadi efisien. Akhirnya yang mampu yang bertahan. Dampaknya, kota ini rentan sekali terhadap kericuhan," jelas Risma.

Selain itu, lanjut dia, kota mahal itu berdampak buruk dan dapat menimbulkan kesenjangan. Banyak efek domino saat Kota Surabaya masuk menjadi kota yang mahal.

Baca juga: Contek Bali, Pemerintah Berencana Bangun Jalan Tol di Labuan Bajo NTT

"Karena apa? Kesenjangan tadi, nanti akan memudahkan orang terjadi demo, amarah. Teorinya ada, aku tidak ngawur. Jadi semua itu harus dihitung,” ungkap dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X