Sederet Alasan Risma Berkeras Tolak Tol Masuk Tengah Kota Surabaya

Kompas.com - 13/09/2020, 13:07 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Dok. Pemkot SurabayaWali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Di jalur utara-selatan menggunakan trem, sedangkan barat-timur dengan monorail. Kedua transportasi tersebut akan melengkapi moda transportasi publik yang sudah ada.

Selain itu, Surabaya merupakan kota yang masyarakatnya lebih banyak mengandalkan kendaraan roda dua ketimbang mobil. Pola itu diprediksi masih akan berlaku sampai beberapa tahun ke depan.

“Kenapa saya menolak jalan tol, karena saya melihat bahwa warga saya minimal 20 tahun ke depan ini naik motor. Misalkan dibuka tol, sepeda motor bisa masuk tapi kan bayar. Kalau dia untuk kerja saja bayar, padahal dia pendapatannya belum mesti. Kalau dia bayar kapan sejahteranya dia, itu harus dihitung,” kata dia.

Proyek strategis Jokowi

Sebagai informasi, pada 20 November 2019, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru (BTS), serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Baca juga: Mengintip Kekayaan Wali Kota Surabaya 2 Periode Tri Rismaharini

Dalam lampiran Perpres itu menyebutkan, pembangunan Tol Tengah Surabaya akan menelan investasi sebesar Rp 6,491 trilliun lewat skema pembiayaan yang digunakan adalah Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Percepatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing kawasan yang berdampak pada pertumbuhan investasi dan peningkatan perekonomian nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Sebelum keluar Perpres Nomor 80 Tahun 2019, proyek Tol Tengah Surabaya juga pernah masuk dalam proyek strategis nasional sejak tahun 2013. Sejak periode pertama pemerintahannya, Risma selalu menolak pembangunan tol tersebut.

Rencananya, tol tersebut akan dibangun melayang di atas Kota Surabaya sepanjang 18,2 kilometer. Investor yang sudah berkomitmen masuk saat ini adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Baca juga: Mau Tahu Gaji dan Tunjangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan?

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X