Pengetatan PSBB Mulai Berlaku, Simak Syarat Pengguna Transportasi di Jakarta

Kompas.com - 14/09/2020, 15:54 WIB
Penumpang meggunakan masker saat menunggu kedatangan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat ada kenaikan jumlah penumpang di beberapa stasiun KRL Jabodetabek pada hari ini. Senin (3/8) pukul 07.00 WIB, total keseluruhan pengguna KRL mencapai 71.325 orang. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenumpang meggunakan masker saat menunggu kedatangan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat ada kenaikan jumlah penumpang di beberapa stasiun KRL Jabodetabek pada hari ini. Senin (3/8) pukul 07.00 WIB, total keseluruhan pengguna KRL mencapai 71.325 orang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diterapkan hari ini, Senin (14/9/2020), oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan PSBB, terdapat penyesuaian aturan yang berkaitan dengan pergerakan orang di wilayah Ibu Kota. Salah satunya ialah penghapusan aturan ganjil genap bagi kendaraan pribadi.

Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan aktifitas yang dikecualikan selama periode PSBB, seperti contoh pembelian kebutuhan pokok.

Baca juga: Pemerintah Diminta Menata Transportasi Umum di Daerah

Namun, terdapat beberapa ketentuan yang perlu dilaksanakan oleh pengguna kendaraan pribadi.

Melalui Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020, pengguna maupun kendaraan pribadi diwajibkan menggunakan masker selama perjalanan dan juga melakukan disinfektasi pada kendaraan.

Kemudian, kapasitas angkut mobil penumpang juga dibatasi, yaitu paling banyak dua orang per baris kursi, kecuali dengan penumpang berdomisili di alamat yang sama.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, berbeda dengan periode PSBB April lalu, kali ini Pemprov DKI Jakarta mengizinkan ojek online untuk mengangkut penumpang.

"Motor berbasis aplikasi boleh mengangkut barang dan penumpang dengan protokol kesehatan yang lengkap," ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Minggu (13/9/2020)

Bukan hanya itu, pada periode PSBB 14 hingga 27 September mendatang, Pemprov DKI Jakarta tidak lagi menerapkan persyaratan SIKM (Surat Ijin Keluar Masuk) seperti di masa PSBB sebelum masa transisi, bagi masyarakat yang ingin keluar atau masuk wilayah Ibu Kota.

Baca juga: Ada Pandemi, Target 60 Persen Warga Jabodetabek Pakai Transportasi Publik Bisa Tercapai?

Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan, persayaratan penumpang antar-kota akan tetap mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas no 9 tahun 2020, yakni dengan memiliki hasil rapid test maupun PCR test non reaktif.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengguna transportasi umum untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer," ucap Adita.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X