Pertanian hingga Pariwisata, Ini 4 Sektor Potensial Industri Halal

Kompas.com - 14/09/2020, 16:39 WIB
Koleksi Raya dari label busana muslim KAMI. Tiga koleksi terbaru diperkenalkan, yakni Marra, Hanagami & Varsada dan Promenade di Ballroom Hotel The Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (16/5/2018). Nabilla TashandraKoleksi Raya dari label busana muslim KAMI. Tiga koleksi terbaru diperkenalkan, yakni Marra, Hanagami & Varsada dan Promenade di Ballroom Hotel The Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia ( BI), Sugeng mengatakan, Indonesia memiliki 4 sektor potensial sebagai sumber pengembangan industri halal nasional.

Adapun sektor tersebut, antara lain sektor pertanian (integrated farming), industri makanan dan fesyen, energi terbarukan (renewable energy), dan pariwisata halal (halal tourism).

"Pengembangan sektor potensial tersebut dilakukan melalui pendekatan rantai nilai halal (halal value chain)," kata Sugeng dalam siaran pers, Senin (14/9/2020).

Baca juga: Pemerintah Akan Bentuk Kawasan Industri Halal, Ini Kriterianya

Pendekatan halal value chain yang dimaksud, yaitu pemberdayaan dan pengembangan ekonomi syariah secara komprehensif, termasuk memperkuat digitalisasi UMKM Syariah (on boarding UMKM).

"Tujuannya untuk memperluas akses pasar dan pembuatan kanal pembayaran digital melalui QRIS atau QR Indonesian Standard," sebutnya.

Sementara menurut Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu solusi di masa pandemi Covid-19.

Pasalnya, ada kebutuhan akan produk halal yang higienis selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Kemenparekraf Diminta Kembangkan Pariwisata Halal Indonesia

Pemerintah Sumbar sendiri telah mengeluarkan beberapa ketentuan untuk mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah terutama untuk mendukung pengembangan kuliner dan wisata halal.

"Sehingga pelaksanaan Fesyar merupakan momentum yang tepat untuk semakin memperkenalkan ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat," paparnya di kesempatan yang sama.

Informasi saja, FESyar (Festival Ekonomi Syariah) Regional Sumatera merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Virtual 2020.

FESyar Regional Sumatera 2020 mengangkat tema “Penguatan Konektivitas Ekonomi Syariah sebagai Pendorong Ekonomi Regional” akan berlangsung selama 7 (tujuh) hari dari tanggal 14 – 20 September 2020 secara virtual.

Baca juga: Pemerintah Bakal Gratiskan Sertifikasi Halal buat UKM, Ini Kata MUI

Tema tersebut sejalan dengan konteks wilayah Sumatera yang berbatasan dengan berbagai negara, seperti Singapura dan Malaysia, sehingga diharapkan dapat terjadi hubungan perekonomian yang lebih erat.

Pelaksanaan Fesyar Regional Sumatera 2020 diharapkan dapat mempertemukan pemasok dan produsen, produsen dan distributor, produsen dan konsumen, maupun inventor pada industri halal nasional.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X