Tutup Selama PSBB Jakarta, Ancol: Tidak Ada Pendapatan

Kompas.com - 14/09/2020, 17:01 WIB
Pengunjung terlihat memadati pantai-pantai di kawasan Ancol pada libur akhir tahun 2019 SYIFA NURI KHAIRUNNISAPengunjung terlihat memadati pantai-pantai di kawasan Ancol pada libur akhir tahun 2019
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengatakan, kebijakan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta akan mengurangi pendapatan perusahaan.

“Kebijakan tersebut berdampak pada berkurangnya penerimaan perseroan selama ditutupnya operasional,” kata Corporate Secretary Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Agung Praptono melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/08/2020).

Head of Corporate Communication Ancol Rika Lestari mengatakan penutupan sementara Taman Impian Jaya Ancol tidak hanya mengurangi pendapatan, tapi juga menghentikan pendapatan.

Baca juga: Alibaba Dikabarkan Mau Investasi di Grab Senilai 3 Miliar Dollar AS

“Selama tidak beroperasi, maka tidak ada pendapatan,” kata Rika kepada Kompas.com.

Sebelumnya, manajemen Taman Impian Jaya Ancol memastikan implementasi aturan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melaksanakan kembali masa PSBB di Jakarta mulai tanggal 14 September 2020.

Hal ini dilakukan dengan menutup kembali kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol, termasuk Pantai, Dunia Fantasi, Sea World Ancol dan Ocean Dream Samudra.

“Perseroan menetapkan penutupan sementara unit rekreasi yang berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol antara lain Dunia Fantasi, Sea World Ancol, Atlantis Water Adventures dan Ocean Dream Samudra mulai 14 September 2020 sampai waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut,” kata Agung.

Baca juga: PSBB, Bank Permata Tutup Sementara 109 Kantor Cabang

Melalui kebijakan ini, pengunjung yang belum dapat menggunakan tiket sampai tanggal tersebut dapat digunakan sampai dengan 30 Juni 2021, dengan sistem reservasi terlebih dahulu.

Sementara bagi pengunjung yang memiliki Annual Pass (Ancol, Dunia Fantasi, Sea world Ancol, dan Ocean Dream Samudra), masa aktifnya akan dibekukan dan pengunjung akan mendapatkan perpanjangan masa periode sesuai dengan jumlah hari pembatasan wilayah dan usia serta jumlah hari Ancol tutup mulai tanggal 14 September 2020.

Rika menambahkan, meskipun terpaksa tutup sementara, pihak manajemen memastikan kawasan rekreasi dan biota yang ada tetap terawatt.

“Selama PSBB, kami tetap melakukan pemeliharaan dan perawatan kawasan Ancol serta biota yang ada di dalamnya,” kata Rika.

Baca juga: Pengetatan PSBB Mulai Berlaku, Simak Syarat Pengguna Transportasi di Jakarta



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2021, Bank Bukopin Ganti Nama Jadi Bank KB Bukopin

2021, Bank Bukopin Ganti Nama Jadi Bank KB Bukopin

Whats New
Besok, Pemerintah Lelang SUN Maksimal Rp 40 Triliun

Besok, Pemerintah Lelang SUN Maksimal Rp 40 Triliun

Earn Smart
Menhub: Bakal Ada Kota Baru Dekat Pelabuhan Patimban bernama 'Kota Rebana'

Menhub: Bakal Ada Kota Baru Dekat Pelabuhan Patimban bernama "Kota Rebana"

Whats New
Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

Whats New
Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Whats New
Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp 431,54 Triliun

Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp 431,54 Triliun

Whats New
Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Erick Thohir Minta Masyarakat Tak Lengah

Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Erick Thohir Minta Masyarakat Tak Lengah

Whats New
MenkopUKM Tekankan 3 Hal Dorong UMKM 'Go Digital', Apa Saja?

MenkopUKM Tekankan 3 Hal Dorong UMKM "Go Digital", Apa Saja?

Whats New
Dukung Pemerintah, Enesis Group Luncurkan Kampanye #EnesisSafeTravel

Dukung Pemerintah, Enesis Group Luncurkan Kampanye #EnesisSafeTravel

Rilis
IHSG dan Rupiah Terjun Bebas di Akhir November

IHSG dan Rupiah Terjun Bebas di Akhir November

Whats New
Pasar Keuangan Optimistis Skenario Vaksin Covid-19 Pulihkan Ekonomi Tahun 2021

Pasar Keuangan Optimistis Skenario Vaksin Covid-19 Pulihkan Ekonomi Tahun 2021

Whats New
Walhi Nilai Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Bisa Rugikan Lingkungan Hingga Negara

Walhi Nilai Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Bisa Rugikan Lingkungan Hingga Negara

Whats New
Usaha Logistik AirAsia Siap Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Usaha Logistik AirAsia Siap Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Rilis
Masih Belum Terima Subsidi Gaji dari Pemerintah? Ini Cara Mengadukannya

Masih Belum Terima Subsidi Gaji dari Pemerintah? Ini Cara Mengadukannya

Whats New
Mentan Sebut Tanaman 'Janda Bolong' Diminati di AS dan Eropa

Mentan Sebut Tanaman "Janda Bolong" Diminati di AS dan Eropa

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X