Kompas.com - 14/09/2020, 20:30 WIB
Ilustrasi rupiah, gaji. Shutterstock/Pepsco StudioIlustrasi rupiah, gaji.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 21,83 triliun berdasarkan penetapan oleh Komisi IV DPR RI.

Angka itu naik dari pagu tahun anggaran 2020 sebesar Rp 15,78 triliun, setelah ada penyesuaian dari anggaran belanja tambahan (ABT) sebesar Rp 1,72 triliun di tahun ini.

"Komisi IV DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementan dalam RK/KL tahun 2021 sebesar Rp 21.838.977.027.000," kata Ketua Komisi IV DPR RI dari fraksi PDIP Sudin dalam rapat kerja dengan Kementan Senin (14/9/2020).

Baca juga: Kementan Dapat Tambahan Rp 1,72 Triliun untuk Food Estate hingga Swasembada Gula

Secara rinci, anggaran tersebut terdiri dari Sekretariat Jenderal sebesar 1,71 triliun, Inspektorat Jenderal sebesar Rp 164, 58 miliar, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan sebesar Rp 4,9 triliun, serta Direktorat Jenderal Hortikultura sebesar Rp 1,14 triliun.

Kemudian pada Direktorat Jenderal Perkebunan anggaran Rp 1,61 triliun, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sebesar Rp 2,13 triliun, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian sebesar Rp 5,27 triliun, serta

Selain itu, anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) senilai Rp 1,67 triliun, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sebesar Rp 1,33 triliun, Badan Ketahanan Pangan sebesar Rp 767 miliar, serta anggaran Badan Karantina Pertanian sebesar Rp 1,11 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sudin pun menekankan untuk para pejabat Kementan bisa menggunakan anggaran tersebut sesuai skala prioritas. Seperti bagi Plt Inspektur Jenderal Kementan Sumardjo Gatot Irianto yang diminta untuk mampu mengungkapkan berbagai permasalahan di intenal Kementan.

Baca juga: Ekonom: Anggaran Pencegahan Covid-19 Perlu sampai Tingkat RT/RW

Kemudian kepada Kepala Balitbangtan Fadry Djufry yang diminta untuk fokus meningkatkan produksi bibit padi dan jagung.

"Enggak usah bikin bibit macam-macam. Seperti yang saya bilang, banyakin bibit padi dan jagung, sudah kalau perlu yang perusahaan-perusahaan besar jangan masuk, kalau sudah bisa sendiri," pungkas Sudin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.