Hotel Gratis untuk Isolasi Mandiri, Biaya Ditanggung Pemerintah

Kompas.com - 15/09/2020, 07:46 WIB
Pasien COVID-19 berada di salah satu tower di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Jumat (11/9/2020). Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 berencana membuka  Tower lima yang berkapasitas 886 kamar atau sekitar 1.772 tempat tidur untuk pasien positif COVID-19 tanpa gejala guna melakukan isolasi mandiri. ANTARA FOTO/Ariella Annasya/gp/foc. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAPasien COVID-19 berada di salah satu tower di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Jumat (11/9/2020). Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 berencana membuka Tower lima yang berkapasitas 886 kamar atau sekitar 1.772 tempat tidur untuk pasien positif COVID-19 tanpa gejala guna melakukan isolasi mandiri. ANTARA FOTO/Ariella Annasya/gp/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memastikan akan menanggung biaya isolasi mandiri pasien terkonfirmasi virus corona atau Covid-19 namun tidak menunjukkan gejala (Orang Tanpa Gejala/OTG) di hotel bintang dua dan tiga.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan pemerintah menyatakan saat ini sudah membuka peluang bagi para pemilik hotel untuk diajukan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

“Terkait kerja sama, silakan saja, beberapa hotel sudah kerja sama dengan DKI. Dan pemerintah sediakan dananya. Dana yang ada di pemerintah cukup untuk itu,” kata Airlangga dikutip dari Antara, Selasa (15/9/2020).

Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan, jumlah tempat tidur rumah sakit yang tersedia saat ini masih cukup untuk menampung pasien corona.

Baca juga: Tutup Selama PSBB Jakarta, Ancol: Tidak Ada Pendapatan

Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran Gubernur DKI Jakarta yang menyebut jumlah kamar tidur RS tak lagi bisa menerima pasien Covid-19 jika tak segera diberlakukan PSBB kembali.

“Terkait beberapa hal teknis, ruang ICU (intensive care unit) jadi 67 rumah sakit, tingkat isian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) itu 63 persen," ujar Airlangga.

"Harus melihat data yang riil, isolasi 59 persen sehingga kapasitas memadai. PCR (polymerase chain reaction) segera siapkan rujukan ataupun referensi harga dan ini sedang dibahas di Kemenkes,” kata dia lagi.

Selain itu, Airlangga menyebut secara nasional fasilitas kesehatan masih memadai berdasarkan tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di ruangan ICU dan ruang isolasi.

Baca juga: Hari Pertama Penerapan PSBB, Jumlah Penumpang KRL Turun 19 Persen

Ia mengungkapkan rata-rata tingkat keterisian tempat tidur di ICU mencapai 46,11 persen dan di ruang isolasi mencapai 47,88 persen tersebar di rumah sakit rujukan di delapan provinsi prioritas.

Khusus di Jakarta dan Bali, lanjut dia, pemerintah memberikan perhatian karena keterisian tempat tidur dan ruang isolasi sama-sama mencapai di atas 50 persen.

Halaman:


Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X