Menteri BUMN: Selama Ini PMN Dianggap Tak Baik...

Kompas.com - 15/09/2020, 09:03 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir saat peluncuran logo Kementerian BUMN, Rabu (1/7/2020). Dokumentasi Kementerian BUMNMenteri BUMN Erick Thohir saat peluncuran logo Kementerian BUMN, Rabu (1/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, selama ini Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah untuk perusahaan pelat merah kerap dianggap sebuah hal yang negatif.

Padahal kata Erick, perusahaan BUMN telah menyetorkan dividen ke nagara yang nominalnya lebih daripada PMN yang diberikan.

“Selama ini PMN dianggap tidak baik, tetapi kalau dibandingkan dengan dividen, dibandingkan dengan pajak, PNBP, jauh sekali impact-nya,” ujar Erick usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (14/9/2020).

Baca juga: Erick Thohir Akan Gabung 22 Hotel Milik BUMN

Mantan bos Inter Milan itu mengungkapkan, sejak 2015 hingga 2020, dividen yang diberikan BUMN untuk negara dua kali lipat lebih besar daripada suntikan modal yang diberikan pemerintah.

“Selama ini dari tahun 2015-2020 yang namanya PMN itu Rp 118 triliun, tetapi dividen yang diberikan BUMN itu Rp 255 triliun. Jadi hampir 2 kali lebih," kata dia.

Belim lagi, lanjut Erick, setoran pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diberikan perusahaan plat merah untuk negara juga tak bisa dibilang kecil.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ini contoh, misalnya buat 2019 saja pembayaran pajak (BUMN) Rp 284 triliun, PNBP Rp 136 triliun," ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 37,18 triliun untuk tahun 2021 mendatang.

Baca juga: Mengapa SDM Bank Mandiri Banyak Duduki Jabatan Penting di BUMN?

Hal tersebut diungkapkan Erick usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (14/9/2020).

“Saya rasa Komisi VI mendukung ajuan PMN tahun 2021 yang total nilainya Rp 37,18 triliun tadi,” ujar mantan bos Inter Milan itu.

Adapun delapan BUMN yang rencananya akan menerima PMN di tahun 2021, yakni PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) Rp 20 triliun; PT Hutama Karya (Persero) Rp 6,2 triliun; PT PLN (Persero) Rp 5 triliun; PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Rp 2,3 triliun; PT Pelindo III (Persero) Rp 1,2 triliun; PT PAL Indonesia (Persero) Rp 1,3 triliun; PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma Rp 1 triliun dan PT ITDC Rp 500 miliar.

Baca juga: Erick Thohir Usul Masyarakat Mampu Beli Vaksin Covid-19



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Simak Batas Usia Pensiun PNS, TNI, dan Polri

Simak Batas Usia Pensiun PNS, TNI, dan Polri

Work Smart
Trik Cara Membuat CV yang Menarik di Mata HRD

Trik Cara Membuat CV yang Menarik di Mata HRD

Work Smart
Alfamart dan Indomaret Kompak Tak Jual Merchandise Euro 2020

Alfamart dan Indomaret Kompak Tak Jual Merchandise Euro 2020

Whats New
Tambah Stok Swab Antigen, Kimia Farma Diagnostika Gandeng Itama Ranoraya

Tambah Stok Swab Antigen, Kimia Farma Diagnostika Gandeng Itama Ranoraya

Whats New
Punya Aset Rp 100 Miliar, Unicorn Bisa Tercatat di Papan Utama Bursa

Punya Aset Rp 100 Miliar, Unicorn Bisa Tercatat di Papan Utama Bursa

Whats New
Sri Mulyani ke Pedagang Pasar: Barang Untuk Rakyat Nggak Dikenai Pajak...

Sri Mulyani ke Pedagang Pasar: Barang Untuk Rakyat Nggak Dikenai Pajak...

Whats New
Total Ada 707.622 Formasi Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Ini Rinciannya

Total Ada 707.622 Formasi Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Ini Rinciannya

Whats New
Sri Mulyani Was-was, Naiknya Kasus Covid-19 Bisa Bikin Ekonomi RI Jeblok Lagi

Sri Mulyani Was-was, Naiknya Kasus Covid-19 Bisa Bikin Ekonomi RI Jeblok Lagi

Whats New
4 Strategi Kemenaker Jaga Hubungan Bilateral di Tempat Pekerja Migran Bekerja

4 Strategi Kemenaker Jaga Hubungan Bilateral di Tempat Pekerja Migran Bekerja

Whats New
Sandiaga Uno Minta Perusahaan Swasta Gelar Kegiatan di Bali

Sandiaga Uno Minta Perusahaan Swasta Gelar Kegiatan di Bali

Whats New
Kembangkan Bisnis Data Center, Perusahaan Hong Kong Menjadi Pemegang Saham Mayoritas di Indonet

Kembangkan Bisnis Data Center, Perusahaan Hong Kong Menjadi Pemegang Saham Mayoritas di Indonet

Rilis
Berkat RJIT, Pasokan Air di Bangka Selatan Lancar dan Produktivitas Petani Melonjak 2 Kali Lipat

Berkat RJIT, Pasokan Air di Bangka Selatan Lancar dan Produktivitas Petani Melonjak 2 Kali Lipat

Rilis
LIPI, Batan, dan Lapan Tak Buka Lowongan CPNS Tahun Ini

LIPI, Batan, dan Lapan Tak Buka Lowongan CPNS Tahun Ini

Whats New
Angkut Beras Merauke, Trayek T-19 Tol Laut Pecah Rekor Muat Terbanyak

Angkut Beras Merauke, Trayek T-19 Tol Laut Pecah Rekor Muat Terbanyak

Whats New
Pindah Kantor Pusat, Bank Mandiri Taspen Targetkan Naik Kelas Jadi BUKU III

Pindah Kantor Pusat, Bank Mandiri Taspen Targetkan Naik Kelas Jadi BUKU III

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X