IHSG Jatuh Lagi di Sesi I, Rupiah Justru Menguat Tipis

Kompas.com - 15/09/2020, 12:41 WIB
Foto dirilis Kamis (28/4/2020), menunjukkan karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Imbas wabah Covid-19, gejolak pada aspek kesehatan turut merembet ke sektor ekonomi dengan sebagian besar aktivitas ekonomi di Tanah Air terhenti. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAFoto dirilis Kamis (28/4/2020), menunjukkan karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Imbas wabah Covid-19, gejolak pada aspek kesehatan turut merembet ke sektor ekonomi dengan sebagian besar aktivitas ekonomi di Tanah Air terhenti.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 1,26 persen pada level 5.096,68 pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/9/2020). Data tersebut turun 65,14 poin dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.169,24.

Sementara itu, rupiah justru berbalik menguat pada level Rp 14.836 per dollar AS atau naik 44 poin (0,3 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.880 per dollar AS.

Adapun top gainers siang ini yakni saham Pollux Properti Indonesia (POLL) yang naik 14,11 persen dengan harga per saham Rp 9.100. Saham Transcoal Pacific (TCPI) juga naik 2,15 persen dengan harga per saham Rp 4.760. Kemudian, saham United Tractors (UNTR) juga naik 1,63 persen dengan harga per saham Rp 23.375.

Baca juga: Agustus 2020, Neraca Dagang RI Surplus 2,33 Miliar Dollar AS

Sementara itu, top loser siang ini yakni saham Jasa Marga (JSMR) yang turun 3,61 persen dengan harga Rp 3.470 per saham. Saham Bank BRI (BBRI) juga turun 3,2 persen dengan harga per saham Rp 3.330. Kemudian, saham Barito Pacific (BRPT) juga turun 3,07 persen dengan harga per saham Rp 790.

Sebelumnya, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper memproyeksi pergerakan IHSG hari ini akan terdorong oleh sentimen positif penguatan bursa saham AS kemarin.

Sentimen positif tersebut didorong oleh berita tentang vaksin dari AstraZeneca yang melanjutkan percobaan fase ketiganya di Inggris. Sementara data percobaan untuk vaksin produksi Pfizer akan disampaikan pada Oktober 2020 kepada regulator.

“Hal tersebut memberikan optimisme bagi investor bahwa AS lebih baik dalam menangani Covid-19. IHSG diprediksi menguat,” kata dia.

Dennies mengatakan, ada indikasi IHSG akan berpotensi melanjutkan rebound hari ini. Namun diperkirakan penguatan bersifat sementara di tengah banyaknya ketidakpastian dari luar negeri dan dampak dari pemberlakuan kembali PSBB total.

“Pergerakan diperkirakan akan cenderung terbatas menjelang penetapan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia,” ucapnya.

Baca juga: Fakir Miskin Dapat Rp 15 Juta untuk Perbaikan Rumah, Ini Kriteria dan Caranya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X