PSBB Jakarta Diperketat, Blue Bird Batasi Jumlah Penumpang

Kompas.com - 15/09/2020, 20:01 WIB
Blue Bird merupakan perusahaan perusahaan taksi pertama di Indonesia yang menyediakan layanan taksi eksekutif. Dok. ShutterstockBlue Bird merupakan perusahaan perusahaan taksi pertama di Indonesia yang menyediakan layanan taksi eksekutif.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - General Manager of Corporate Communications PT Blue Bird Tbk Aninda Perdana menyampaikan kesiapan layanan Blue Bird selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diberlakukan di wilayah Jakarta.

“Kami memahami meski saat ini PSBB kembali diterapkan di Jakarta, masih terdapat beberapa elemen masyarakat yang memiliki keharusan untuk tetap bepergian di luar rumah baik karena tuntutan pekerjaan atau urusan lainnya," ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

"Oleh karena itu kami di Bluebird telah melakukan koordinasi secara internal dalam memastikan SOP protokol kesehatan maupun kesiapan jumlah armada yang siap sedia dalam memenuhi kebutuhan tersebut," sambungnya.

Baca juga: BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Penyaluran Terbesar di Provinsi Jawa Barat

Aninda mengatakan, pihaknya akan tetap patuh dan menyesuaikan kebijakan yang telah dan akan diatur oleh pemerintah, termasuk dengan kebijakan pembatasan kapasitas angkut.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para pengemudi mengenai jumlah batasan penumpang.

Dia menyebutkan, untuk armada berjenis sedan diberikan pengetatan jumlah penumpang dengan maksimal 2 penumpang di belakang. Sedangkan armada yang berjenis MPV dapat mengangkut total 3 penumpang, yaitu 2 penumpang di baris kedua dan 1 penumpang di baris ketiga.

"Kami yakin para penumpang setia Bluebird akan turut mematuhi serta memahami bahwa kebijakan ini bertujuan untuk keselamatan kita Bersama,” ucapnya.

Baca juga: Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Di Bawah -2,1 Persen akibat PSBB DKI

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang, lanjut dia, Bluebird telah menerapkan protokol kesehatan sebagai salah satu prioritas utama sebagai antisipasi dari penyebaran virus Covid-19.

Aninda juga mengatakan serangkaian tindakan preventif telah telah dilakukan, mulai dari pembersihan armada secara menyeluruh baik sebelum maupun sesudah beroperasi, pengecekan kondisi pengemudi secara teratur guna memastikan mereka fit ketika beroperasi, penyediaan hand sanitizer di armada.

Baca juga: Marak Penipuan Lowongan Kerja, PLN Minta Masyarakat Waspada



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X