Pelatihan Tatap Muka Kartu Prakerja Kembali Ditunda, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 16/09/2020, 05:44 WIB
Melalui Kartu Prakerja, harapan untuk memerdekakan angkatan pra kerja dari inkompetensi dapat segera terwujud. Ke depan, program tersebut dapat menumbuhkan wirausahawan-wirausahawan baru. Kompas.comMelalui Kartu Prakerja, harapan untuk memerdekakan angkatan pra kerja dari inkompetensi dapat segera terwujud. Ke depan, program tersebut dapat menumbuhkan wirausahawan-wirausahawan baru.
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja kembali menunda pelaksanaan pelatihan secara tatap muka atau offline. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan angka penularan Covid-19 yang kembali tinggi di Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sempat mengatakan pelatihan secara tatap muka bakal mulai dilakukan per Agustus 2020.

Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, pihaknya telah berkonsultasi dengan Satgas Covid-19 mengenai pelaksanaan pelatihan tatap muka.

"Disarankan on top dari semula itu pelatihan offline jangan dulu diselenggarakan tidak hanya karena masalah ekonomi yang challenging tapi juga kesehatan dari peserta," ujar Denni ketika memberikan keterangan kepada awak media melalui video conference, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: Subsidi Gaji Tahap III Sudah Cair, Silahkan Cek Rekening

Lebih lanjut Denni menjelaskan, menurut Ketua Tim Pakar Satgas Covid-19 Wiko Adisasmito, pelatihan hanya boleh dilakukan di zona-zona hijau. Namun saat ini jumlah zona hijau masih sangat sedikit.

Di sisi lain, pelatihan secara tatap muka harus memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dan ini memang untuk beberapa daerah tertentu tidak sebagus di kota-kota besar," jelas Denni.

Selain itu menurut Denni, untuk menerapkan protokol tersebut, maka akan ada ongkos yang lebih besar yang harus dikeluarkan. Penggunaan ruang untuk pelatihan pun tidak bisa maksimal.

Baca juga: AP I Turunkan Harga Rapid Test Jadi Rp 85.000 di Bandara-bandara Ini

Padahal, nilai pelatihan tertinggi yang ditentukan tetap sama, yakni Rp 1 juta.

"Ketika ruang kelas sama, tetapi pengaturan jumlah peserta semakin sedikit karena protokol kesehatan, memang secara ekonomis makin challenging bagi penyelenggara pelatihan. Karena biaya pelatihan masih tetap Rp 1 juta," tutur Denni.

Bagi masyarakat yang tetap ingin melakukan pelatihan secara tatap muka, ia menyarankan untuk mendaftar di Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah.

Pelatihan-pelatihan tersebut dilakukan oleh Kementerian/Lembaga, berbeda dengan pelatihan yang diberikan oleh Kartu Prakerja.

"Mungkin ada sebagian masyarakat yang terbiasa pelatihan offline. Ini mungkin teman-teman semua juga bisa melihat pelatihan reguler yang disediakan K/L sebagai alternatif," ujar Denni.

Baca juga: Meski PSBB, Sri Mulyani Tegaskan Tak Akan Tambah Alokasi Buat Bansos

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Menhub Ajak Milenial Jadi Pelopor Gerakan Sadar Keselamatan Berlalu Lintas

Menhub Ajak Milenial Jadi Pelopor Gerakan Sadar Keselamatan Berlalu Lintas

Rilis
PMI Manufaktur RI 53,9, Kemenkeu: Langkah Pengendalian Pandemi Membuahkan Hasil

PMI Manufaktur RI 53,9, Kemenkeu: Langkah Pengendalian Pandemi Membuahkan Hasil

Rilis
Metrodata Gandeng Amazon Web Services Sediakan Layanan Transformasi dengan Cloud

Metrodata Gandeng Amazon Web Services Sediakan Layanan Transformasi dengan Cloud

Whats New
Berkat Sinergi dan Inovasi dalam Pemulihan Ekonomi, Gojek Raih Bank Indonesia Award 2021

Berkat Sinergi dan Inovasi dalam Pemulihan Ekonomi, Gojek Raih Bank Indonesia Award 2021

BrandzView
Ini Kata Luhut Soal Persiapan Program 5 DPSP 2022

Ini Kata Luhut Soal Persiapan Program 5 DPSP 2022

Whats New
Ini Cara Listing di LandX, UKM Bisa Dapat Modal dari Berbagai Investor

Ini Cara Listing di LandX, UKM Bisa Dapat Modal dari Berbagai Investor

Rilis
Daftar UMK Bali 2022: Badung Terbesar, Melebihi UMK Denpasar 2022

Daftar UMK Bali 2022: Badung Terbesar, Melebihi UMK Denpasar 2022

Whats New
Erick Thohir Tutup 74 Anak-Cucu BUMN,  Terbanyak dari Pertamina dan Telkom

Erick Thohir Tutup 74 Anak-Cucu BUMN, Terbanyak dari Pertamina dan Telkom

Whats New
Gandeng UI, LPS Tingkatkan Pemahaman Publik Terkait Penjaminan Simpanan

Gandeng UI, LPS Tingkatkan Pemahaman Publik Terkait Penjaminan Simpanan

Rilis
AFPI: Tahun Ini Cukup Menantang Bagi Industri Fintech

AFPI: Tahun Ini Cukup Menantang Bagi Industri Fintech

Whats New
Tel Aviv Ambil Alih Posisi Hong Kong sebagai Kota Termahal di Dunia

Tel Aviv Ambil Alih Posisi Hong Kong sebagai Kota Termahal di Dunia

Whats New
Apa Itu Pajak Penghasilan Orang Pribadi dan Bagaimana Menghitungnya?

Apa Itu Pajak Penghasilan Orang Pribadi dan Bagaimana Menghitungnya?

Work Smart
Mengenal Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO dan Tujuan Berdirinya

Mengenal Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO dan Tujuan Berdirinya

Whats New
Rumah Perubahan, Alibaba, dan BNI Gelar Pelatihan Ekonomi Digital untuk Guru

Rumah Perubahan, Alibaba, dan BNI Gelar Pelatihan Ekonomi Digital untuk Guru

Rilis
Produsen Makanan Tays Bakers Bakal IPO, Targetkan Himpun Dana Rp 86,5 Miliar

Produsen Makanan Tays Bakers Bakal IPO, Targetkan Himpun Dana Rp 86,5 Miliar

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.