Insentif Kartu Prakerja Digunakan untuk Bayar Listrik hingga Cicilan Motor

Kompas.com - 16/09/2020, 07:18 WIB
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja di Jakarta, (20/4/2020). ANTARA FOTOWarga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja di Jakarta, (20/4/2020).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan data Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja, sudah ada 2 juta orang yang menyelesaikan pelatihan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 450.000 orang telah mengisi survei pasca pelatihan.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program kartu Prakerja Denni Purbasari mengatakan, hasil survei tersebut menunjukkan dana insentif yang diberikan melalui program Kartu Prakerja digunakan oleh peserta untuk memenuhi kebutuhan.

Beberapa diantaranya yakni untuk membeli kebutuhan pangan, hingga untuk membeli pulsa dan paket internet serta membayar tagihan listrik.

Baca juga: Ledakan di Youtube dan Banjir Iklan

"Membantu kebutuhan masyarakat di masa sulit, 96 persen dari insentif itu dipakai untuk membeli bahan pangan, 75 persen penerima Kartu Prakerja mengatakan untuk membayar listrik, 69 persen untuk beli bensin atau solar, 68 persen untuk beli pulsa atau paket internet, 60 persen untuk transportasi," ujar Denni ketika memberi keterangan dalam video conference, Selasa (15/9/2020).

Namun demikian, dirinya menjelaskan, terdapat tren yang berbeda di setiap provinsi mengenai hasil survei terkait penggunaan insentif tersebut

Denni mencontohkan, untuk di DKI Jakarta insentif Kartu Prakerja lebih banyak digunakan untuk membayar cicilan motor, utang, dan modal usaha.

Baca juga: Ahok Usul Bubarkan Saja Kementerian BUMN, Apa Alasannya?

"Tapi dari provinsi ke provinsi beda-beda. Misalnya DKI, top 5 dari Rp 600.000 adalah untuk bayar cicilan motor, ada yang untuk bayar utang, untuk modal usaha. Jadi tiap provinsi beda-beda respons dari penerima Kartu Prakerja," kata Denni.

Adapun di dalam survei tersebut juga ditunjukkan, sebanyak 35 persen dari responden yang telah menyelesaikan pelatihan telah kembali bekerja baik itu bekerja di sektor formal maupun berusaha atau berbisnis.

"Dari 35 persen menyatakan dulunya menganggur pada Februari 2020, namun sekarang telah bekerja, berwirausaha, dan sebagainya," ucap Denni.

Baca juga: Subsidi Gaji Tahap III Sudah Cair, Silakan Cek Rekening



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X