Stafsus Erick Thohir: Masalah Pertamina dan Peruri Itu Urusan Bisnis

Kompas.com - 16/09/2020, 15:00 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Dok. BNPBStaf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (8/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, urusan PT Pertamina (Persero) dengan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Perum Peruri adalah urusan bisnis.

Atas dasar itu, dia menilai masalah Perum Peruri yang meminta Rp 500 miliar ke Pertamina untuk proyek digitalisasi paperless diselesaikan secara business to business (b to b).

“Untuk urusan yang masalah Peruri misalnya, itu kan b to b lah ya. Kalau b to b, Peruri juga punya ruang untuk berbisnis dengan Pertamina, ya itu mereka koordinasi saja untuk masalah harga," ujar Arya, Rabu (16/9/2020).

Baca juga: Ahok Usul Bubarkan Saja Kementerian BUMN, Apa Alasannya?

Arya menambahkan, jika pihak Pertamina merasa tak cocok dengan harga yang ditawarkan Peruri, perusahaan migas plat merah itu bisa menawarnya.

“Kalau dilihat harganya memang harga yang enggak layak, ya ditawar gitu ya, kalau dilihat layak, ya dibeli, gitu itu kan urusan b to b. Jadi antara mereka sendiri,” kata Arya.

Menurut Arya, negoisasi dalam berbisnis merupakan hal yang wajar. Atas dasar itu, dia meminta permasalahan ini diselsaikan secara baik-baik.

“Apalagi ini kan sama-sama BUMN. Bagi kami kementerian, itu seperti kantong kiri kantong kanan saja. Jadi silakan saja mereka bernegosiasi sebagai sesama perusahaan dan b to be gitu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku geram dengan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Perum Peruri.

Baca juga: Ahok Bongkar "Aib" Pertamina, Stafsus Erick Thohir: Itu Urusan Internal

Kekesalan Ahok disampaikan, setelah Peruri yang juga merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta dana sebesar Rp 500 miliar untuk proyek digitalisasi paperless.

“Sekarang saya lagi paksakan tanda tangan digital. Tapi Peruri masa minta Rp 500 miliar untuk proses paperless di kantor Pertamina, itu BUMN juga,” ujar Ahok dalam cuplikan video Youtube kanal Poin, dikutip Rabu (16/9/2020).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Lengkap Tarif Tol dari Jakarta Tujuan Semarang-Solo-Surabaya

Rincian Lengkap Tarif Tol dari Jakarta Tujuan Semarang-Solo-Surabaya

Whats New
Stimulus Tiket hingga Percepatan Proyek Strategis Jadi Jurus Kemenhub Pulihkan Ekonomi

Stimulus Tiket hingga Percepatan Proyek Strategis Jadi Jurus Kemenhub Pulihkan Ekonomi

Whats New
Alasan CEO Freeport McMoran Keberatan Bangun Smelter Baru di RI

Alasan CEO Freeport McMoran Keberatan Bangun Smelter Baru di RI

Whats New
Upah Minimum Tak Naik, KSPI: Menaker Tak Miliki Sensitivitas Nasib Buruh!

Upah Minimum Tak Naik, KSPI: Menaker Tak Miliki Sensitivitas Nasib Buruh!

Whats New
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Kemnaker Harap ACRF Buat Ketenagakerjaan ASEAN Lepas dari Dampak Buruk Covid-19

Kemnaker Harap ACRF Buat Ketenagakerjaan ASEAN Lepas dari Dampak Buruk Covid-19

Whats New
BUMN Ini Buka Rekrutmen Pegawai, Simak Posisi dan Syaratnya

BUMN Ini Buka Rekrutmen Pegawai, Simak Posisi dan Syaratnya

Whats New
Covid-19 dan Libur Panjang Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Covid-19 dan Libur Panjang Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Indonesia Kaya Bahan Baku, Luhut: Selama Ini Kita Hanya Gali-gali dan Ekspor...

Indonesia Kaya Bahan Baku, Luhut: Selama Ini Kita Hanya Gali-gali dan Ekspor...

Whats New
Panduan Cek Penerima BPUM UMKM BRI via Eform

Panduan Cek Penerima BPUM UMKM BRI via Eform

Whats New
Saat Sri Mulyani Mengaku Pernah Dapat Rapor Merah Kala Sekolah...

Saat Sri Mulyani Mengaku Pernah Dapat Rapor Merah Kala Sekolah...

Whats New
Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik

Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik

Whats New
Reksadana Terproteksi Masih Diminati Investor, Ini Sebabnya

Reksadana Terproteksi Masih Diminati Investor, Ini Sebabnya

Earn Smart
[POPULER MONEY]  Cara Dapat BLT UMKM bila Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP | Penjelasan BCA soal Deposito Hangus

[POPULER MONEY] Cara Dapat BLT UMKM bila Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP | Penjelasan BCA soal Deposito Hangus

Whats New
Memaknai Sumpah Pemuda dari Spirit Kewirausahaan

Memaknai Sumpah Pemuda dari Spirit Kewirausahaan

Smartpreneur
komentar di artikel lainnya
Close Ads X