Kompas.com - 16/09/2020, 17:31 WIB
Ilustrasi UMKM shutterstock.comIlustrasi UMKM

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, produk-produk buatan UMKM harus menjadi tuan rumah di dalam negeri. Terlebih pada produk seni kerajinan tangan atau kriya buatan anak bangsa.

Oleh sebab itu, ia ingin produk-produk UMKM bisa terpampang di etalase berbagai pusat perbelanjaan atau mal, sehingga mudah diakses oleh pembeli.

"Produk kriya yang lahir dari tangan anak bangsa harus menjadi tuan rumah di Indonesia. Produk kriya tersebut harus terletak secara strategis di berbagai etalase pusat perbelanjaan, dengan demikian konsumen dapat melihat langsung dan membeli produk dalam negeri," ungkap Luhut dalam launching virtual Bangga Buatan Indonesia Pernak-Pernik Unik Kemendag, Rabu (16/9/2020).

Baca juga: Program BLT UMKM Akan Diperpanjang, Simak Lagi Syarat dan Cara Daftarnya

Kendati demikian, ia juga mendorong untuk para pelaku UMKM bisa meningkatkan kualitas produknya dengan melakukan riset dan peningkatan teknologi. Sehingga, produknya bisa semakin berdaya saing bahkan di pasar global.

"Nilai tambah pernak-pernik akan semakin meninggi dengan menyandingkan riset dan teknologi, tidak bisa dilepas dari itu. Saatnya kita dorong R&D (research and development), agar Indonesia menjadi kawasan terdepan di Asia Tenggara dalam produksi pernak-pernik yang unik berbasis riset dan teknologi," ungkap Luhut.

Ia menjelaskan, Indonesia berada di urutan ketiga di dunia sebagai negara dengan tingkat kontribusi ekonomi kreatif terbesar terhadap PDB nasional-nya, setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan. Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional sebesar 7,28 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari 17 sektor ekonomi kreatif yang menyumbang PDB nasional, sektor kriya sumbangannya sebesar 874 juta dollar AS pada tahun 2018. Angka ini kemudian meningkat 2,5 persen di tahun 2019 menjadi sebesar 892 juta dollar AS.

Baca juga: Kemenkop Fokus Kembangkan Inkubator Bisnis untuk UMKM

"Ini perlu kita tingkatkan ke depan karena jumlah UMKM kita lebih dari 61 juta kelompok. Dari 17 sektor ekonomi kreatif penyumbang PDB nasional, sub sektor kriya merupakan penyumbang ketiga terbesar pada PDB nasional Indonesia," jelas Luhut.

Luhut mengatakan, meski tren sektor kriya positif tapi angka tersebut dinilai masih perlu untuk digenjot lagi. Oleh sebab itu, ia mengajak untuk masyarakat Indonesia mau menggerakkan kampanye mencintai dan membeli produk dalam negeri.

"Tren positif ini harus terus kita jaga melalui semangat kerja sama. Walaupun jujur saya katakan angka ini masih jauh dari harapan kita. Oleh karena itu ada Bangga Buatan Indonesia harus kita dorong supaya semua pertumbuhannya jauh lebih besar dari itu," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Direktur Indomaret Meninggal akibat Kecelakaan | Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

[POPULER MONEY] Direktur Indomaret Meninggal akibat Kecelakaan | Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

Whats New
Kapal Kandas di Lombok Timur, KKP Minta Perusahaan Tanggung Jawab Pulihkan Terumbu Karang

Kapal Kandas di Lombok Timur, KKP Minta Perusahaan Tanggung Jawab Pulihkan Terumbu Karang

Whats New
Harta Elon Musk Setara Total Kekayaan Bill Gates dan Warren Buffett

Harta Elon Musk Setara Total Kekayaan Bill Gates dan Warren Buffett

Whats New
Cara Isi Saldo OVO Lewat M-Banking BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo OVO Lewat M-Banking BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

Whats New
 Apa Itu Reksa Dana Indeks?

Apa Itu Reksa Dana Indeks?

Spend Smart
Apakah yang Dimaksud dengan Distribusi dan Distributor?

Apakah yang Dimaksud dengan Distribusi dan Distributor?

Whats New
Mengenal Beda ETF dan Reksa Dana Biasa yang Perlu Kamu Tahu

Mengenal Beda ETF dan Reksa Dana Biasa yang Perlu Kamu Tahu

Spend Smart
Baragam Faktor Utama Pendukung Keberhasilan Usaha

Baragam Faktor Utama Pendukung Keberhasilan Usaha

Work Smart
Direktur Indomaret Yan Bastian Meninggal Akibat Kecelakaan di Tol Cipularang

Direktur Indomaret Yan Bastian Meninggal Akibat Kecelakaan di Tol Cipularang

Whats New
Cara Mengisi Shopeepay di Alfamart dan Indomaret

Cara Mengisi Shopeepay di Alfamart dan Indomaret

Spend Smart
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, Serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, Serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Program Makmur Integrasikan Petani dengan BUMN, Erick Thohir: Tidak Mungkin Kita Berdiri Sendiri

Program Makmur Integrasikan Petani dengan BUMN, Erick Thohir: Tidak Mungkin Kita Berdiri Sendiri

Rilis
Siap-siap, Kemensos Bakal Cairkan Bansos Rp 74,08 Triliun Tahun 2022

Siap-siap, Kemensos Bakal Cairkan Bansos Rp 74,08 Triliun Tahun 2022

Whats New
Dengan Program Makmur Pupuk Kaltim, Pendapatan Petani Padi di Banyuwangi Naik Jadi Rp 24 Juta per Hektare

Dengan Program Makmur Pupuk Kaltim, Pendapatan Petani Padi di Banyuwangi Naik Jadi Rp 24 Juta per Hektare

Rilis
Apa Itu PPN: Definisi, Tarif, Pemungut, dan Objek Pajaknya

Apa Itu PPN: Definisi, Tarif, Pemungut, dan Objek Pajaknya

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.