Neraca Dagang Agustus 2020 Surplus karena Tertolong Harga Komoditas Global

Kompas.com - 17/09/2020, 09:55 WIB
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit. ShutterstockIlustrasi perkebunan kelapa sawit.

Sementara itu, beberapa produk ekspor nonmigas justru mengalami pertumbuhan bulanan yang signifikan, yaitu bijih, terak, dan abu logam (HS 26), barang dari besi dan baja (HS 73), serta kendaraan dan bagiannya (HS 87).

Peningkatan nilai ekspor bijih, terak, dan abu logam, terutama dipicu oleh lonjakan ekspor biji tembaga dan konsentratnya sebesar 74,92 persen. Adapun ekspor produk non migas ini paling banyak ditujukan ke China.

"Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Inggris, Vietnam, Taiwan, Italia, dan Thailand juga naik secara signifikan. Optimisme dan sentimen positif dari sisi konsumen dan pelaku usaha di beberapa negara tersebut mendorong adanya peningkatan aktivitas bisnis,” kata Agus.

Secara kumulatif, nilai ekspor nonmigas Januari-Agustus 2020 juga turun 4,4 persen dibandingkan periode Januari-Agustus 2019 (yoy). Sedangkan, volumenya turun lebih tajam hingga 11,7 persen.

Kendati demikian, Agus menilai, kinerja ekspor Indonesia masih relatif diuntungkan dengan harga-harga komoditas global yang tidak ikut anjlok. Harga rata-rata kelompok komoditas nonenergi global pada periode Januari-Agustus 2020 hanya turun 1,7 persen yoy.

Hal itu lebih baik dibandingkan harga kelompok komoditas energi yang turun dalam hingga 34,5 persen yoy.

Impor

Sementara itu, dari sisi kinerja impor pada Agustus 2020 mengalami kenaikan 2,6 persen jika dibandingkan Juli 2020 yang sebesar 10,46 miliar dollar AS. Kenaikan disebabkan impor pada golongan barang konsumsi dan bahan baku/penolong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa bahan baku/penolong yang mengalami peningkatan antara lain emas naik 45,2 persen, besi baja naik 23,3 persen, serealia naik 30,4 persen, serta plastik dan barang dari plastik naik 7,9 persen. Adapun meningkatnya impor emas disebabkan naiknya harga emas dan logam mulia.

"Harga emas pada Agustus 2020 tercatat naik 6,6 persen dibandingkan Juli 2020. Sementara kenaikan impor serealia untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku industri pengolahan makanan dan minuman," ungkap Agus.

Secara kumulatif Januari-Agustus 2020 total impor turut turun 18,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Begitu pula dengan volume impornya yang turun sebesar 6,6 persen.

Baca juga: Harga-harga Komoditas Ini Turun, Agustus Alami Deflasi 0,05 Persen

Produk yang mengalami penurunan impor terbesar selama Januari-Agustus 2020, antara lain mesin dan peralatan mekanis (HS 84), besi dan baja (HS 72), kendaraan dan bagiannya (HS 87), plastik dan barang dari plastik (HS 39), serta mesin/peralatan listrik (HS 85).

“Penurunan impor kendaraan disebabkan berkurangnya permintaan akibat pembatasan social berskala besar (PSBB). Sedangkan, penurunan impor besi dan baja, maupun mesin-mesin/pesawat mekanis merupakan imbas dihentikannya proyek infratruktur selama masa pandemi Covid-19,” papar Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Direktur Indomaret Meninggal akibat Kecelakaan | Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

[POPULER MONEY] Direktur Indomaret Meninggal akibat Kecelakaan | Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

Whats New
Kapal Kandas di Lombok Timur, KKP Minta Perusahaan Tanggung Jawab Pulihkan Terumbu Karang

Kapal Kandas di Lombok Timur, KKP Minta Perusahaan Tanggung Jawab Pulihkan Terumbu Karang

Whats New
Harta Elon Musk Setara Total Kekayaan Bill Gates dan Warren Buffett

Harta Elon Musk Setara Total Kekayaan Bill Gates dan Warren Buffett

Whats New
Cara Isi Saldo OVO Lewat M-Banking BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo OVO Lewat M-Banking BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

Whats New
 Apa Itu Reksa Dana Indeks?

Apa Itu Reksa Dana Indeks?

Spend Smart
Apakah yang Dimaksud dengan Distribusi dan Distributor?

Apakah yang Dimaksud dengan Distribusi dan Distributor?

Whats New
Mengenal Beda ETF dan Reksa Dana Biasa yang Perlu Kamu Tahu

Mengenal Beda ETF dan Reksa Dana Biasa yang Perlu Kamu Tahu

Spend Smart
Baragam Faktor Utama Pendukung Keberhasilan Usaha

Baragam Faktor Utama Pendukung Keberhasilan Usaha

Work Smart
Direktur Indomaret Yan Bastian Meninggal Akibat Kecelakaan di Tol Cipularang

Direktur Indomaret Yan Bastian Meninggal Akibat Kecelakaan di Tol Cipularang

Whats New
Cara Mengisi Shopeepay di Alfamart dan Indomaret

Cara Mengisi Shopeepay di Alfamart dan Indomaret

Spend Smart
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, Serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, Serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Program Makmur Integrasikan Petani dengan BUMN, Erick Thohir: Tidak Mungkin Kita Berdiri Sendiri

Program Makmur Integrasikan Petani dengan BUMN, Erick Thohir: Tidak Mungkin Kita Berdiri Sendiri

Rilis
Siap-siap, Kemensos Bakal Cairkan Bansos Rp 74,08 Triliun Tahun 2022

Siap-siap, Kemensos Bakal Cairkan Bansos Rp 74,08 Triliun Tahun 2022

Whats New
Dengan Program Makmur Pupuk Kaltim, Pendapatan Petani Padi di Banyuwangi Naik Jadi Rp 24 Juta per Hektare

Dengan Program Makmur Pupuk Kaltim, Pendapatan Petani Padi di Banyuwangi Naik Jadi Rp 24 Juta per Hektare

Rilis
Apa Itu PPN: Definisi, Tarif, Pemungut, dan Objek Pajaknya

Apa Itu PPN: Definisi, Tarif, Pemungut, dan Objek Pajaknya

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.