BI Tahan Suku Bunga Acuan, Rupiah Ditutup Menguat

Kompas.com - 17/09/2020, 16:20 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot menguat pada Kamis (17/9/2020).

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen pada level Rp 14.832 per dollar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.842 per dollar AS.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan rupiah hari ini terdorong sentimen kebijakan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang menyatakan, Bank Indonesia akan mempetahankan suku bunga acuan sebesar 4 persen.

“Bank Indonesia memutuskan mempettahankan suku bunga acuan demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan yang berpotensi masih terjadi di pasar keuangan,” kata Ibrahim.

Hasil RDG, juga menetapkan suku bunga fasilitas simpanan atau deposito facility sebesar 3,25 persen dan bunga pinjaman atau lending facility sebesar 4,75 persen.

Baca juga: BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021 di Kisaran 4,8 hingga 5,8 Persen

Sementara itu, sentimen negatif yang sempat mendorong pergerakan rupiah hari ini juga mucul dari peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia. Dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di DKI Jakarta kebijakan PSBB yang diperketat mulai diberlakukan dan membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi kembali terpangkas.

“Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi memangkas proyeksi perekonomian Indonesia pada tahun ini dari minus 2,8 persn mejadi negatif 3,3 persen padahal perekonomian global justru diramal membaik dari kontraksi 6 persen menjadi 4,5 persen,” kata dia.

Pasar saat ini juga sedang mengawasi DPR yang sedang melanjutkan pembahasan revisi RUU Bank Indonesia (BI). Dalam pembahasan, ada 14 pokok hal rencana perubahan UU BI yang telah disusun untuk dibahas bersama.

Ibrahim menjelaskan, dalam revisi ini ada beberapa pasal yang dihapus dan ditambahkan. Salah satunya yang tercantum dalam draf adalah, lembaga negara yang independen yang berkoordinasi dengan pemerintah dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam Undang-Undang ini.

“Di UU sebelumnya berisi, BI adalah lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan Pemerintah dan atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam Undang-undang ini,” jelas dia.

Baca juga: Hari Ini, IHSG Ditutup di Zona Merah



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X