Renungan Hari Perhubungan Nasional: Kebingungan Transportasi

Kompas.com - 17/09/2020, 16:21 WIB
Bandara Kertajati saat ini memiliki kapasitas 5 juta penumpang per tahun. Kedepannya akan dilakukan pengembangan, sehingga kapasitas meningkat menjadi sekitar 29,3 juta penumpang per tahun. Dok. Humas Angkasa Pura IIBandara Kertajati saat ini memiliki kapasitas 5 juta penumpang per tahun. Kedepannya akan dilakukan pengembangan, sehingga kapasitas meningkat menjadi sekitar 29,3 juta penumpang per tahun.

Lalu bagaimana dampaknya? Sayangnya pandemi Covid-19 melanda Indonesai di awal Maret tahun ini yang membuat semua rencana di awal tahun menjadi meleset. Kita pun tidaak bisa menilai kinerja sektor transportasi secara keseluruhan.

Baca juga: Dapat Dana Hibah, Kemenhub Kembangkan Kualitas KPBU Transportasi

 

Namun bukan tidak mungkin jika kondisi kembali normal, maka hal-hal yang terjadi pada sebelum tahun 2019 akan kembali lagi.

Itulah beberapa gambaran kebingungan transportasi yang dialami Indonesia hingga saat ini. Sehingga cita-cita untuk mensejahterakan bangsa Indonesia secara merata, belum bisa terwujud seutuhnya. Peran transportasi sebagai urat nadi semua sektor kehidupan baik ekonomi, sosial, budaya, politik hingga pertahanan dan keamanan belum bisa berjalan maksimal.

Untuk itu diperlukan suatu aturan transportasi, yaitu Undang-Undang Transportasi, yang bisa menjahit sistem antar sub sektor transportasi yang saat ini mempunyai UU sendiri-sendiri, sehingga benar-benar jadi urat nadi yang lancar bagi kehidupan masyarakat.

Tanpa aturan yang kokoh dan terlindungi sebagai lex specialist, niscaya urat nadi itu akan tersendat, terjadi pemborosan dan konektivitas terganggu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sistem yang kokoh ini sangat penting bagi Indonesia yang berbentuk kepulauan sehingga hampir tidak bisa dilakukan single moda untuk mengangkut orang atau barang dari ujung barat ke ujung timur.

Dengan sistem transportasi yang kokoh dan terpadu antara darat-laut-udara, bisa terjadi efisiensi yang pada akhirnya menurunkan berbagai macam biaya pengangkutan.

Bisa jadi nantinya smartphone yang anda pakai untuk membaca tulisan ini mungkin bisa anda beli dengan harga setengahnya jika sistim transportasi barang dan jasa sudah berjalan dengan baik.

Semoga saja Kementerian Perhubungan cepat menginisiasi terbentuknya UU Transportasi ini dan disetujui oleh DPR sehingga kebingungan transportasi dan dampak-dampaknya tidak terjadi lagi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X