KILAS

Di Tengah Pandemi, PGN SAKA Tetap Jalankan Proyek Sidayu dan West Pangkah

Kompas.com - 17/09/2020, 19:22 WIB
Komitmen PGN SAKA dalam mengembangkan lapangan baru Sidayu dan West Pangkah. DOK. PGNKomitmen PGN SAKA dalam mengembangkan lapangan baru Sidayu dan West Pangkah.

KOMPAS.com - Di tengah pandemi Covid-19 dan turunnya harga minyak dunia, PT Saka Energi Indonesia ( PGN SAKA) sebagai anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), tetap berkomitmen menjalankan dua proyek pengembangan lapangan baru yaitu Sidayu dan West Pangkah.

“Hal tersebut akan terus dilakukan, mengingat tingginya kebutuhan energi untuk mendorong pertumbuhan perekonomian serta meningkatkan produksi minyak dan gas nasional,” kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama, Kamis (17/9/2020), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Untuk menunjang hal tersebut, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PGN SAKA Susmono Soetrisno mengatakan, Tim Project Delivery telah melakukan pemetaan potensi-potensi risiko, menganalisa, serta menyiapkan contingency plan termasuk penyesuaian serta solusi terobosan yang diperlukan.

“Salah satu upaya yang dilakukan PGN SAKA adalah menyiapkan strategi pengembangan ( pengeboran) sumur yang paling tepat untuk meningkatkan keekonomian proyek,” kata Susmono.

Baca juga: Analis: Efisiensi di Proyek Pipa Minyak Rokan Dorong Penguatan Bisnis PGN

Sebagai informasi, pada Lapangan Sidayu yang berjarak sekitar 7 kilometer (km) dari Lapangan Utama Pangkah, akan dikembangkan tiga sumur produksi.

Tiga sumur itu akan memiliki initial produksi sekitar 7.000 barrel oil per day (BOPD) dan 3,9 million standard cubic feet per day (MMSCFD).

Sementara itu, pada Lapangan West Pangkah, akan dikembangkan empat sumur produksi dengan initial produksi sekitar 2.000 BOPD dan 23 MMSCFD.

Secara keseluruhan, perkembangan proyek Sidayu telah mencapai 40 persen.

Kini, EPCI contractor masih melanjutkan pembangunan dua unit platform, yang ditargetkan rampung pada akhir 2020. First oil Lapangan Sidayu pun ditargetkan terlaksana pada pertengahan 2021.

Sementara itu, proses perkembangan proyek West Pangkah telah mencapai 82 persen. Landasan pengeboran (wellpad), pekerjaan konstruksi, processing facility, fabrication yard, serta pemasangan pipa bawah laut masih dalam proses.

Target pengeboran (spud) dan penyelesaian sumur pertama sendiri diusahakan dilakukan pada quarter (Q) 3 pada 2020, dengan first gas mid pada Q4 pada 2020.

Baca juga: PGN Lampaui Target, Progres Proyek Jargas Rp 1,3 Triliun Sudah 73,8 Persen

Saat ini, PGN SAKA telah mengelola sepuluh wilayah kerja di Indonesia, dan satu blok shale gas di Amerika Serikat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X