BTN Yakin Penyaluran Kredit dari Dana PEN Bisa Lampaui Target

Kompas.com - 17/09/2020, 20:03 WIB
Ilustrasi BTN. Dok. BTNIlustrasi BTN.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk optimistis dapat memenuhi komitmen penyaluran kredit dari dana penempatan pemerintah untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Seperti diketahui, sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 70 tahun 2020, Bank BTN menerima penempatan dana pemerintah sebesar Rp 5 triliun pada 25 Juni 2020 untuk tenor 3 (tiga) bulan.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, sejak awal BTN berkomitmen memenuhi target untuk menyalurkan pembiayaan hingga 3 kali lipat atau sebesar Rp 15 Triliun dari dana yang ditempatkan pemerintah.

"Porsi terbesar dari penyaluran pembiayaan tersebut adalah ke sektor perumahan, sesuai dengan core business Bank BTN," ujarnya mengutip siaran persnya, Kamis (17/9/2020).

Baca juga: Pembebasan Biaya Transaksi QRIS Diperpanjang hingga Akhir 2020

Pahala menjelaskan, realisasi penyaluran pembiayaan hingga 25 September 2020 dari penempatan dana pemerintah, diproyeksikan mencapai Rp 15,38 triliun atau 102,5 persen dari target.

Segmen terbesar dari penerima pembiayaan tersebut, kata dia, adalah KPR subsidi yakni untuk 28.807 debitur senilai Rp 3,99 triliun. Dana itu, setara 26 persen dari keseluruhan pembiayaan yang disalurkan.

Sementara dari segmen lain, penerima pembiayaan dari penempatan dana pemerintah, yang diproyeksikan terealisasi hingga 25 September 2020, adalah KPR non-subsidi dan kredit konsumer lainnya yang mencakup 12.944 debitur senilai Rp 3,38 triliun atau setara 22 persen dari keseluruhan pembiayaan yang disalurkan.

Lalu untuk kredit konstruksi dan kredit komersial lainnya ada sebanyak 2.454 debitur senilai Rp 2,85 triliun, atau sebesar 18,5 persen dan kredit ke BUMN untuk 49 debitur senilai Rp 5,15 triliun atau sebesar 33,5 persen.

Baca juga: Intip 5 Cara Aman Investasi Online Reksa Dana dan Saham

Selain itu, dia juga mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk dapat mencapai target realisasi tersebut, di tengah tantangan kondisi ekonomi yang berada di ambang resesi akibat pandemi Covid-19.

Tantangan tersebut antara lain penyelesaian pembangunan rumah KPR yang terhambat karena ketidaktersediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) seperti listrik dan air, serta jalan dan saluran.

Ditambah lagi dengan menurunnya daya beli akibat pembatasan aktivitas sosial di masa pandemi, serta kehati-hatian dalam penyaluran kredit khususnya terhadap calon debitur yang terdampak Covid-19.

Pahala menegaskan, dalam merealisasikan penyaluran kredit, Bank BTN tetap memegang prinsip kehati-hatian agar rasio kredit bermasalah terjaga dan debitur juga tidak terbebani dengan cicilan di tengah kondisi yang sulit seperti saat ini.

"Sejauh ini Bank BTN terus berupaya memaksimalkan ekspansi kredit dengan tetap memperhatikan pengelolaan risiko yang baik," ujar dia.

Baca juga: Subsidi Gaji Tahap IV, Kemnaker Terima 2,8 Juta Data Calon Penerima



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X