Luhut Minta 8 Daerah Siapkan Hotel Bintang 2 dan 3 untuk Pusat Karantina Pasien OTG

Kompas.com - 18/09/2020, 12:04 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor penanganan Covid-19 secara virtual di Kantornya, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor penanganan Covid-19 secara virtual di Kantornya, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta para gubernur di 8 provinsi penyumbang angka terbesar penderita Covid-19 untuk menyediakan pusat-pusat karantina bagi pasien orang tanpa gejala atau OTG maupun bergejala ringan untuk isolasi diri.

"Saya ingin agar mereka (OTG dan pasien bergejala ringan) dapat dirawat di pusat karantina supaya tidak berpotensi menularkan kepada keluarga mereka," kata Luhut dikutip oleh Juru Bicaranya, Jodi Mahardi dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2020).

Menurut Jodi, lokasi yang diusulkan Luhut menjadi pusat-pusat karantina adalah hotel sekelas bintang 2 atau 3.

"Pak Menko minta para gubernur untuk meniru langkah yang telah dilakukan oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah," sebutnya.

Baca juga: Luhut Ingin Produk UMKM Terpampang di Etalase Mal-mal

Adapun 8 provinsi tersebut yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Lebih lanjut Jodi juga mengatakan bahwa dalam rapat koordinasi bersama para kepala daerah secara virtual, Kamis (17/9/2020), Luhut juga meminta Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan daerah untuk melakukan disinfektan ke lokasi-lokasi keramaian setiap hari atau dua hari sekali.

Selain itu dia pun meminta Kementerian Kesehatan untuk memastikan kebutuhan obat dan terapi untuk kebutuhan kesembuhan pasien-pasien covid-19 di daerah. Luhut mencontahkan hal ini bisa berkolaborasi dengan RSPAD.

Khusus kepada aparat TNI dan Polri, Luhut meminta agar operasi yustisi harus benar-benar dilaksanakan secara konsekuen dan disiplin.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo yang turut hadir dalam rakor mengatakan, pemanfaatan hotel untuk sebagai tempat karantina dapat menjadi solusi terhadap tingginya okupansi ruang ICU di rumah sakit.

"Tentang kesiapan hotel saya sudah berkoordinasi dengan daerah, apabila anggaran daerah kurang kami bisa membantu untuk menyediakan dengan rekomendasi Puskesmas setempat," sebutnya.

Hadir dalam rakor pengendalian Covid 19 Kamis sore itu antara lain Kepala BNPB Doni Monardo, Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan dr. Alexander K. Ginting, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Selain itu, hadir pula para petinggi TNI dan Polri dari 8 provinsi.

Baca juga: Luhut: Saya Ingin Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan Dipertegas...



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X