Menpan RB: Info dari Kepala BKN, Setiap Tahun Selalu Ada Calo CPNS

Kompas.com - 18/09/2020, 19:05 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo saat ditemui wartawan usai menghadiri acara penilaian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Reformasi Birokrasi tahun 2019 lingkup Pemda DIY dan Pemkab/Kota di Kepatihan, Senin (4/11/2019). KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo saat ditemui wartawan usai menghadiri acara penilaian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Reformasi Birokrasi tahun 2019 lingkup Pemda DIY dan Pemkab/Kota di Kepatihan, Senin (4/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengatakan, calo selalu ada setiap rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) dibuka.

"Info (dari) Kepala BKN, tiap tahun selalu ada calo CPNS," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (18/9/2020).

Dia mencontohkan, calo CPNS yang beraksi di Kudus, Jawa Tengah. Saat ini kata Tjahjo, calo CPNS tersebut sudah diciduk pihak kepolisian.

Selain itu ada juga kasus di Ngawi, Jawa Timur. Tjahjo mengatakan, calo CPNS bahkan kerap mengaku sebagai asisten pribadi Menpan RB. Ia menyebut pelakunya lebih dari satu orang.

Baca juga: Kemenkeu Optimistis Target Rp 400 Miliar Penerimaan dari Barang Milik Negara Tercapai

Bahkan salah satu orang yang membantu calo tersebut mengaku sebagai anggota Kepolisian.

Saat ini, lanjut Tjahjo, pelaku telah divonis oleh Hakim Pengadilan Negeri dengan hukuman 1-2 tahun penjara.

Dihubungi terpisah, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono tidak menampik masih adanya calo CPNS.

"Kemungkinan ada (calo CPNS), karena memang banyak oknum yang menjanjikan kepada masyarakat. Padahal dengan adanya metode CAT (computer assisted test) dalam seleksi ini akan susah sekali orang yang bisa menjamin untuk bisa memasukkan seseorang menjadi CPNS," ujarnya.

BKN mengaku kerap memberikan edukasi kepada masyarakat agar jangan percaya kepada para calo CPNS. Ia memastikan para calo CPNS tersebut bukanlah pegawai BKN.

Baca juga: Sri Mulyani Diskon Tarif Sewa Barang Milik Negara hingga 50 Persen

Sebelumnya, penipuan berdalih pengangkatan CPNS kembali terjadi. Kali ini, ada 55 orang menjadi korban penipuan dan telah mentransfer uang sebesar Rp 3,8 miliar kepada oknum yang mengatasnamakan Menteri PANRB Tjahjo Kumolo.

Kronologisnya bermula dari pesan singkat Whatsapp. Oknum tersebut menyampaikan kepada korban sebagai peserta CPNS bahwa seolah-olah pembagian Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk pusat dilakukan pada 9 Desember 2019 lalu, yang bertempat di kantor departemen atau lembaga masing-masing yang mendapat jatah CPNS khusus.

Peserta lantas diminta menggunakan baju putih lengan panjang dan celana hitam dengan membawa nomor register.

Baca juga: Pemerintah Keluarkan Larangan-larangan Dalam Bersepeda, Adakah Sanksinya?

Sementara peserta yang belum mendapatkan nomor register harus membawa tanda pengenal. Peserta yang mendapatkan nomor register adalah peserta seleksi tahun 2018. Bahkan oknum memberikan penjelasan bahwa usulan dari pemerintah daerah seringkali bermasalah dengan nomor register.

Selain itu, masih satu rangkaian dari kasus penipuan tersebut, juga ditemukan bukti bahwa terdapat surat palsu yang seolah-olah ditandatangani Menteri PANRB. Di dalam surat palsu tersebut, dijelaskan bahwa menindaklanjuti hasil rapat 26-27 Oktober 2019, para menteri telah menyepakati bahwa jadwal pembagian SKB diputuskan Kamis, 31 Oktober 2019.

Dalam surat palsu itu juga tertulis Menteri PANRB menegaskan kepada seluruh peserta dan orang tua peserta bahwa program CPNS tersebut legal dan bukan penipuan serta hal tersebut menjadi tanggung jawab Menteri PANRB.

Baca juga: Menteri Tjahjo: Rekrutmen CPNS Semua Transparan, Contohnya Putri Jokowi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X