Mayora Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Syaratnya

Kompas.com - 19/09/2020, 12:00 WIB
Ilustrasi lowongan pekerjaan Shutterstock.comIlustrasi lowongan pekerjaan
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan makanan dan minuman, PT. Mayora Indah, Tbk (MYOR) membuka 6 lowongan kerja, meliputi Mayora Development Program Sales, Factory, Industrial Relation & General Affair, Operation, System Support dan Purchasing.

Melansir laman resmi perusahaan, Jakarta, Sabtu (19/9/2020), posisi – posisi tersebut mempersyaratkan usia maksimum 24 tahun dan diwajibkan lancar berbahasa Inggris (lisan dan tulisan).

Untuk posisi sales, kualifikasinya antara lain memiliki gelar sarjana dari semua jurusan dengan minimum IPK 3,00 (skala 4) dan fasih berbahasa Mandarin. Calon kandidat juga harus memiliki SIM kategori A dan C.

Baca juga: Harga Emas Antam Turun Rp 7.000, Berikut Rinciannya

Kemudian, calon kandidat juga harus menguasai dan memiliki pengetahuan yang baik mengenai proses penjualan dan pemasaran dan bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.

Sementara untuk lamaran kerja bagian factory, pelamar harus memiliki gelar sarjana dari Teknik Listrik / Mekanik / Industri / Kimia, Mekatronika, Teknologi Pangan, Biologi dengan minimum IPK 3,00 (skala 4).

Calon pelamar dibagian factory harus memiliki pengetahuan yang baik tentang manufaktur, teknik, dan sistem produksi. Calon kandidat juga harus bersedia bekerja dengan sistem shift dan ditempatkan di seluruh Pabrik Mayora di seluruh Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan untuk osisi Industrial Relation & General Affair, kualifikasinya adalah sarjana dari jurusan Hukum dengan min. IPK 3,00 (skala 4). Kandidat juga harus memahami hubungan industrial, hukum ketenagakerjaan dan SDM. Calon pelamar harus bersedia juga untuk ditempatkan di seluruh Pabrik Mayora di seluruh Indonesia.

Adapun pada bagian Operation, pelamar harus memiliki gelar sarjana dari Akuntansi, Manajemen Keuangan jurusan dengan minimum IPK 3,00 (skala 4). Kemudian juga harus memahami manajemen operasional dan keuangan, serta pengetahuan yang baik tentang prosedur audit keuangan, pengendalian operasional cabang, laporan keuangan.

Baca juga: Ini Perubahan Jam Operasional KRL Selama PSBB Jakarta

Pada posisi System Support, calon kandidat harus memiliki gelar sarjana dari Teknik Informasi, Sistem Informasi, Teknik Komputer, Statistik jurusan dengan minimum IPK 3,00 (skala 4). Kemudian, juga harus memahami mengenai pengembangan aplikasi, manajemen database, analisis sistem dan prosedur.

Pelamar juga harus memiliki pengetahuan yang baik tentang jaringan dasar, pemecahan masalah TI, pemrograman, analisis basis data.

Sedangkan untuk posisi Purchasing, pelamar harus memiliki gelar Sarjana dari Teknik Industri, Manajemen Operasional, Jurusan Administrasi Bisnis dengan minimum IPK 3,00 (skala 4). Kemudian, memahami tentang pembelian, perencanaan persediaan, kontrol inventaris.

Selain itu, pelamar juga harus memiliki pengetahuan yang baik tentang pembelian, perencanaan persediaan, analisis pengendalian persediaan dan bersedia ditempatkan di Jakarta Barat.

Informasi pendaftaran bisa diklik di https://mayora.com/career/working-at-mayora/.

Baca juga: Luhut: Saya Omong Agak Keras, Jangan Terlalu Nyinyir...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Janganlah Itu, Harus Tahu Batasan

Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Janganlah Itu, Harus Tahu Batasan

Whats New
Menko Airlangga: UU Cipta Kerja Sudah Rekrut 912.402 Tenaga Kerja Baru

Menko Airlangga: UU Cipta Kerja Sudah Rekrut 912.402 Tenaga Kerja Baru

Whats New
Luhut: Selama Beberapa Dekade, Indonesia Berpuas Diri dengan SDA yang Melimpah...

Luhut: Selama Beberapa Dekade, Indonesia Berpuas Diri dengan SDA yang Melimpah...

Whats New
UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Airlangga: Kemudahan Berusaha UMKM Tetap Berlaku

UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Airlangga: Kemudahan Berusaha UMKM Tetap Berlaku

Whats New
Rupiah dan IHSG Kompak Menguat di Sesi I Perdagangan

Rupiah dan IHSG Kompak Menguat di Sesi I Perdagangan

Whats New
Peluang Bisnis Makanan Diprediksi Tumbuh, Bogasari Dorong Anak Muda Jadi Foodpreneur

Peluang Bisnis Makanan Diprediksi Tumbuh, Bogasari Dorong Anak Muda Jadi Foodpreneur

Whats New
Pemerintah Bangun Kawasan Budidaya Jagung Seluas 1.200 Hektar

Pemerintah Bangun Kawasan Budidaya Jagung Seluas 1.200 Hektar

Whats New
Biaya Dana BRI Sentuh 2,14 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah

Biaya Dana BRI Sentuh 2,14 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah

Whats New
Revisi UU Cipta Kerja, Bagaimana Dampaknya Terhadap Pasar Modal?

Revisi UU Cipta Kerja, Bagaimana Dampaknya Terhadap Pasar Modal?

Earn Smart
Cara Mengurus SLO Listrik, Daftar SLO Online di slodjk.esdm.go.id

Cara Mengurus SLO Listrik, Daftar SLO Online di slodjk.esdm.go.id

Whats New
Jangan Pinggirkan Sektor Perikanan di Danau Toba

Jangan Pinggirkan Sektor Perikanan di Danau Toba

Whats New
Mau Jadi Investor Fintech? Simak Untung Ruginya

Mau Jadi Investor Fintech? Simak Untung Ruginya

Earn Smart
SKK Migas: Transisi Energi Harus Didukung 'Roadmap' yang Jelas

SKK Migas: Transisi Energi Harus Didukung "Roadmap" yang Jelas

Whats New
Menteri ESDM: 5 Tahun Terakhir, Investasi Energi Baru Terbarukan Global Naik 8 Kali Lipat

Menteri ESDM: 5 Tahun Terakhir, Investasi Energi Baru Terbarukan Global Naik 8 Kali Lipat

Whats New
Hadapi Omicron Tak Lockdown, Luhut: Tidak Menyelesaikan Masalah

Hadapi Omicron Tak Lockdown, Luhut: Tidak Menyelesaikan Masalah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.