Startup Ini Bantu Brand dan UKM Jual Beli Langsung via WhatsApp

Kompas.com - 20/09/2020, 20:10 WIB
Ilustrasi startup Thinkstockphotos.comIlustrasi startup

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan rintisan ( startup) e-commerce enabler Sirclo meluncurkan Sirclo Chat.

Layanan ini memungkinkan brand dan pemilik usaha kecil menengah melakukan jual-beli langsung melalui percakapan WhatsApp.

“Kami melihat adanya pertumbuhan tren pesat di kalangan konsumen Indonesia, yaitu jual-beli berbasis percakapan (chat commerce). Mereka ingin membeli produk semudah melakukan chatting atau ngobrol dengan admin toko online," kata Brian Marshal, CEO Sirclo dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2020).

Baca juga: Startup Sirclo Raih Pendanaan Seri B Senilai 6 Juta Dollar AS

Brian menjelaskan, layanan Sirclo Chat memungkinkan penjual untuk mengintegrasikan dan menampilkan katalog produk mereka dalam chat room WhatsApp, di mana konsumen dapat langsung melakukan pembelian tanpa berpindah aplikasi.

Menurut Digital 2019 Report dari Hootsuite dan We Are Social, Whatsapp merupakan aplikasi kedua yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, dengan total pengguna aktif sebesar 150 juta akun. Satu orang dapat memiliki beberapa akun aktif.

Diperkirakan jumlah pengguna Whatsapp mencapai 120 juta orang, yang berarti bahwa 80 persen dari semua pengguna media sosial di Indonesia sudah menggunakan aplikasi pesan tersebut.

Penetrasi Whatsapp yang tinggi ini menyebabkan pergeseran perilaku konsumen, dimana konsumen menginginkan admin toko online untuk bersikap responsif dan akomodatif di Whatsapp. Tren ini yang mengawali chat commerce, atau transaksi jual-beli berbasis percakapan.

Baca juga: Startup Ini Kelola Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Bali Secara Digital

Semakin baik respon admin Whatsapp, semakin praktis proses jual-beli, maka kepercayaan dan kepuasan konsumen pun ikut meningkat.

“Pada dasarnya, konsumen Indonesia menyukai transaksi jual-beli dengan sentuhan personal. Mereka ingin bertanya-tanya langsung mengenai spesifikasi produk, mekanisme pengiriman, dan hal-hal lain yang mungkin lebih rumit jika dilakukan via kanal e-commerce," ungkap Leontinus Pradhana, Chief Product Officer Sirclo.

 

Leontinus menuturkan, melalui layanan ini, para klien Sirclo dapat menjangkau basis konsumen yang lebih luas, mempersingkat waktu penyelesaian transaksi, serta menjalin hubungan dua-arah yang menyenangkan dengan konsumen.

Layanan Sirclo Chat telah terintegrasi dengan Whatsapp Business API, sehingga pesanan dari konsumen akan secara otomatis diproses.

Sejauh ini, Sirclo telah menyediakan layanan yang terhubung dengan berbagai kanal penjualan digital.

Ke depannya, Brian berencana untuk mengintegrasikan tiga pilar layanan e-commerce Sirclo, yaitu Sirclo Store, Sirclo Connexi, dan Sirclo Chat, ke dalam satu platform. Dengan begitu, klien SIRCLO dapat mengurus semua pesanan yang masuk, baik yang berasal dari website, marketplace, serta Whatsapp, hanya melalui platform tunggal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X