Ini Strategi Investor Kawakan Lo Kheng Hong dan Eyang Ratman di Tengah Merahnya IHSG

Kompas.com - 21/09/2020, 06:07 WIB
Lo Kheng Hong, investor retail terbesar di Indonesia. Dok SBM ITBLo Kheng Hong, investor retail terbesar di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar saham saat ini tengah dilanda fluktuasi harga akibat dampak pandemi Covid-19. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga Jumat (18/9/2020) telah melorot 19,69 persen dibandingkan awal tahun yang berada di atas level 6.000.

Di tengah tren penurunan harga saham, sejumlah investor kelas kakap justru melakukan aksi beli saham-saham murah.

Investor kawakan Lo Kheng Hong misalnya.  "Selalu berinvestasi di masa buruk," kata Lo seperti dikutip dari Kontan, Minggu (20/9/2020).

Prinsip tersebut masih menjadi pegangan pria yang kerap dijuluki Warren Buffett Indonesia ini.

Baca juga: Tips Membeli Saham untuk Pemula Ala Lo Kheng Hong

Lo menyebut, dirinya fokus berinvestasi saat pasar koreksi, kemudian menjual kembali di waktu yang tepat.

Menurut Lo, kejatuhan bursa saham justru membuatnya menemukan saham perusahaan bagus dengan valuasi yang murah.

Namun, tidak semua investor punya mazhab seperti Lo. Sem Susilo, investor dan pengelola blog Saham Pemenang, memilih lebih berhati-hati. "Ada satu hal yang tidak bisa diukur di bursa saham, yakni psikologi," ujar dia.

Menurut Sem, psikologi pelaku pasar seperti psikologi massa yang mudah diprovokasi. Efek kejut PSBB jilid II membuat harga mayoritas saham jatuh, meski saham tersebut tidak terdampak langsung PSBB.

Ia mencontohkan saham pertambangan yang harganya turun. "Ini tidak rasional," tutur Sem.

Namun, karena penurunan tersebut tidak rasional, sifatnya hanya sementara. Artinya, masih ada optimisme di bursa saham. Saran Sem, jangan agresif dan tergoda saham gorengan. Selain itu, jangan terlalu rakus dan mengincar profit taking terlalu tinggi.

Jangan lupa juga selalu membatasi penurunan sebesar 5 persen untuk cut loss.

"Jangan ambil saham yang harganya sudah setinggi monas. Ini yang dimaksud risiko dibatasi tapi cuan jangan dibatasi," ucap Sem.

Investor lain, Soeratman Doerachman, juga menanggapi santai fluktuasi pasar saat ini. Pria yang akrab disapa Eyang Ratman ini menilai, kondisi saat ini dapat menjadi peluang bagi trader.

Sementara investor seharusnya tidak perlu khawatir dengan kondisi pasar saat ini. Dengan syarat portofolio investasi diisi saham emiten dengan fundamental bagus.

Ratman juga memanfaatkan penurunan IHSG untuk berburu saham. "Jujur saya justru buy on panic selling, karena saya yakin kemarin semua panik karena ada PSBB," jelas dia.

Dia mengaku membeli dua saham, namun tidak membeberkan saham apa.

Baca juga: Lo Kheng Hong Pilih Saham-saham yang Sektornya Terpuruk

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X