FinCEN Files: HSBC Disebut Izinkan Pemindahan Dana Terkait Skema Ponzi

Kompas.com - 21/09/2020, 11:38 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

Peran HSBC

Dalam dokumen yang bocor itu, HSBC mengajukan laporan aktivitas mencurigakan (Suspicious Activity Report/SAR) pertamanya pada 29 Oktober 2013. Laporan itu terkait dengan uang 6 juta dollar AS yang dikirim ke rekening para penipu di Hong Kong.

Laporan SAR yang kedua terjadi pada Februari 2014 yang mengidentifikasi adanya aliran dana 15,4 juta dollar AS dalam transaksi mencurigakan, dan dianggap sebagai skema ponzi potensial.

Laporan ketiga terjadi pada bulan Maret. Laporan terkait dengan WCM777 dengan transaksi hampir 9,2 juta dollar AS.

Baca juga: Jangan Terjebak Investasi Bodong Saat Pandemi, Coba Perhatikan Langkah Ini

Analisis Konsorsium Jurnalis

Analisis Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) yang menerima dokumen FinCEN pada 2019 lalu menunjukkan, antara 2011 - 2017 HSBC mengidentifikasi transaksi mencurigakan yang berpindah melalui rekening di Hong Kong senilai lebih dari 1,5 miliar dollar AS, sekitar 900 juta dollar AS terkait dengan aktivitas kriminal secara keseluruhan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, laporan tersebut gagal memasukkan fakta-fakta penting tentang pelanggan, termasuk pemilik akun yang paling menguntungkan dan dari mana uang itu berasal.

Baca juga: Deutsche Bank Perpanjang Masa Kerja dari Rumah hingga Juli 2021

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X