Peringati Hari Perhubungan Nasional, Kemenhub Luncurkan Buku Tol Laut

Kompas.com - 21/09/2020, 19:00 WIB
 Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di lingkungan Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019). KOMPAS.com/Devina Halim Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di lingkungan Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan meluncurkan penerbitan dan bedah buku “ Tol Laut Konektivitas Visi Poros Maritim Indonesia” secara virtual melalui Kompas Talks.

Buku ini merupakan karya akademis Kementerian Perhubungan (Direktorat Jenderal Perhubungan Laut) bersama para peneliti dan akademisi Perguruan Tinggi di Indonesia.

Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, buku Tol Laut memuat secara terstruktur mengenai program Tol Laut, dimulai dari filosofi program Tol Laut yang mengulas dari sisi sejarah, kapal dan jaringan trayek, pelabuhan dan fasilitasnya, sistem manajemen logistik dan digitalisasi Tol Laut, serta kisah sukses program tol laut.

Baca juga: Bupati Morotai: Tol Laut Hanya Melayani Pemodal Besar

“Buku ini bukan hanya menjadi referensi para stakeholders Tol Laut, namun juga buku yang layak menjadi materi akademis bagi para siswa kelautan maupun disiplin ilmu lainnya,” Kata Budi dalam Webinar Kompas Talks bersama Kementerian Perhubungan RI - Peluncuran dan Bedah Buku “Tol Laut, Konektivitas Visi Poros Maritim Indonesia”, Senin (21/9/2020).

Budi mengatakan, Indonesia memiliki sejarah panjang dengan kekuatan maritim yang berjaya pada zamannya. Seperti diketahui, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan hamparan laut seluas 6,4 juta kilometer atau 77 persen dari total wilayahnya.

Perairan nusantara ini bahkan lebih luas dari daratan Asia Barat, yang di atasnya ada 19 negara.

"Kekuatan maritim Indonesia ini sudah dikenal sejak dulu dan sudah seharusnya kita memaksimalkan potensi yang ada dengan terobosan baru untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang kuat, bermartabat dan berdaulat, sebagaimana konsep Archipelagic State (Negara Kepulauan),” tuturnya.

Program Tol Laut diluncurkan tahun 2015 sebagai salah satu program unggulan pemerintah, berupa program pengangkutan logistik kelautan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di nusantara.

Baca juga: Muatan Balik Kapal Tol Laut Dimanfaatkan untuk Pasarkan Produk Lokal

Tujuannya untuk mengurangi disparitas harga antar wilayah, antar pulau, antar daerah serta memangkas biaya logistik yang mahal.

Untuk mewujudkan tujuan ini dibutuhkan sinergi para stakeholders, khususnya antara kementerian dan lembaga, pemerintah pusat dan daerah, dan juga para pelaku usaha dan operator prasarana dan sarana transportasi laut.

Seiring dengan kebutuhan masyarakat, Program Tol Laut terus mengalami peningkatan dan pengembangan seperti trayek yang bertambah, jumlah muatan yang makin meningkat, maupun kapasitas kapal yang makin besar.

"Program Tol Laut ini diharapkan dapat terjadi keseimbangan perdagangan antara wilayah barat dan timur Indonesia," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X