Jakarta PSBB Lagi, Penumpang Kapal Penyeberangan Anjlok

Kompas.com - 21/09/2020, 20:32 WIB
Sejumlah pemudik dari Sumatera yang pulang kampung lebih awal antre keluar dari kapal ferry di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (25/5/2019). Memasuki minggu ketiga bulan puasa arus mudik di Pelabuhan Merak mulai meningkat dan puncaknya diprediksi akan terjadi pada H-5 atau tanggal 30 Mei mendatang. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMANSejumlah pemudik dari Sumatera yang pulang kampung lebih awal antre keluar dari kapal ferry di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (25/5/2019). Memasuki minggu ketiga bulan puasa arus mudik di Pelabuhan Merak mulai meningkat dan puncaknya diprediksi akan terjadi pada H-5 atau tanggal 30 Mei mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat terjadinya penurunan jumlah penumpang pasca-DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berksala Besar ( PSBB).

Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan, tren penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera atau sebaliknya mengalami penurunan, kecuali untuk kendaraan logistik yang relatif stabil.

“Tren penurunan trafik kendaraan dan penumpang salah satunya dipicu kebijakan PSBB di Jakarta yang berdampak pada pengurangan mobilitas masyarakat seiring pembatasan aktivitas perjalanan,”’ujar Shelvy dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/9/2020).

Baca juga: Cara Beli Tiket Kapal Feri secara Online di Aplikasi Ferizy

Shelvy menjelaskan, tren penumpang dan kendaraan di lintasan Merak-Bakauheni mengalami penurunan bila dibandingkan pada periode sebelum PSBB mulai dari 8 - 13 September 2020, dengan periode setelah PSBB mulai dari 14 - 19 September 2020. 

Tercatat total penumpang pejalan kaki dan yang di dalam kendaraan di lintasan Merak-Bakauheni sebanyak 175.447 orang pada saat ini atau turun 27 persen dibandingkan sebelum PSBB.

Untuk roda dua tercatat sebanyak 3.730 unit atau turun 48 persen dibandingkan periode sebelum PSBB sebanyak 7.184 unit. Mobil pribadi juga turun sebanyak 34 persen, dari periode sebelum PSBB sebanyak 25.399 unit dan kini hanya sebanyak 16.737 unit kendaraan.

“Hanya kendaraan logistik yang relatif stabil, dari 28.989 unit pada periode sebelum PSBB menjadi 29.200 unit atau naik 1 persen,” ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X