FinCen Files Dorong Rupiah Ditutup Melemah

Kompas.com - 22/09/2020, 16:21 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah pada penutupan perdagangan di pasar spot, Selasa (22/9/2020).

Mengutip data Bloomberg, rupiah sore ini ditutup melemah 85 poin atau 0,58 persen pada level Rp 14.785 per dollar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.700 per dollar AS.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, pelemahan rupiah sore ini terdorong oleh sentimen munculnya FinCen Files atau dokumen yang menjelaskan aliran dana illegal baik di AS dan di luar AS.

“Pasar tersentak, setelah munculnya skandal perbankan global mencuat setelah FinCEN Files yang berisi sekumpulan dokumen penting nan rahasia di dunia perbankan dan keuangan, bocor ke publik,” kata Ibrahim.

Baca juga: Pedagang Jamu Keliling Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Kaget dan Ingin Kunjungi Cucu

Ibrahim mengatakan, dokumen itu berisi 2.500 lembar halaman, sebagian besar adalah file yang dikirim bank-bank ke otoritas Amerika Serikat (AS) antara tahun 1995 sampai 2017.

Di dalam file tersebut terdapat skandal penggelapan dana hingga pengemplangan pajak dari lembaga keuangan besar dunia. Terdapat penjelasan soal bagaimana beberapa bank terbesar di dunia mengizinkan kriminal mentransaksikan "uang kotor" ke seluruh dunia dan nilainya mencapai sekitar 2 triliun dollar AS.

Sentimen negatif juga muncul dari rencana amandemen undang-undang Bank Indonesia (BI) yang masih dibahas dalam Banggar DPR. Namun rencana amandemen tersebut menjadi sorotan bagi pelaku pasar baik domestik maupun asing.

“Pasar mempertanyakan independensi bank sentral yang kemungkinan tidak lagi independen dalam memutuskan kebijakan baik suku bunga maupun stimulus, walaupun rencana amandemen ini hanya berlaku di masa Covid-19 sampai 2023,” kata dia.

Di sisi lain, pemerintah berkali-kali meyakinkan pasar, amandemen undang-undang Bank Indonesia dilakukan bertujuan untuk memperluas wewenang Bank Indonesia sebagai bank sentral.

Baca juga: Masuk ke Dalam Daftar FinCEN, Ini Respons Sejumlah Bank di Tanah Air

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X