Ini Daftar 21 Stasiun Kereta yang Layani Rapid Test Seharga Rp 85.000

Kompas.com - 22/09/2020, 17:07 WIB
Pemudik dari Yogyakarta mulai berdatangan kembali ke Jakarta menggunakan Kereta Api Fajar Utama di Stasiun Senen, Sabtu (2/8/2014). Dinas Perhubungan memprediksi arus balik Lebaran 2014 akan mencapai puncaknya pada hari Sabtu (2/8) atau Minggu (3/8), menyusul dimulainya aktivitas kerja pada Senin (4/8). TRIBUNNEWS/DANY PERMANAPemudik dari Yogyakarta mulai berdatangan kembali ke Jakarta menggunakan Kereta Api Fajar Utama di Stasiun Senen, Sabtu (2/8/2014). Dinas Perhubungan memprediksi arus balik Lebaran 2014 akan mencapai puncaknya pada hari Sabtu (2/8) atau Minggu (3/8), menyusul dimulainya aktivitas kerja pada Senin (4/8).
  1. Stasiun Pasar Senen
  2. Stasiun Gambir
  3. Stasiun Bandung
  4. Stasiun Semarang Tawang
  5. Stasiun Purwokerto
  6. Stasiun Cirebon Kejaksan
  7. Stasiun Yogyakarta
  8. Stasiun Solo Balapan
  9. Stasiun Madiun
  10. Stasiun Surabaya Gubeng
  11. Stasiun Surabaya Pasarturi
  12. Stasiun Malang
  13. Stasiun Tegal
  14. Stasiun Cirebon Prujakan
  15. Stasiun Kiaracondong
  16. Stasiun Ketapang
  17. Stasiun Jember
  18. Stasiun Jombang
  19. Stasiun Blitar
  20. Stasiun Sidoarjo
  21. Stasiun Kroya

Untuk informasi lebih lanjut tentang Layanan Rapid Test di Stasiun, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di 021-121, email cs@ kai.id, dan sosial media KAI 121.

Baca juga: 11 Bandara AP I Beri Layanan Rapid Test Seharga Rp 150.000, Berikut Daftarnya

Akan disubsidi pemerintah

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian berencana memberikan subsidi rapid test bagi penumpang kereta api. Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri mengatakan, rencana pemberian subsidi ini masih didiskusikan dengan operator kereta.

"Termasuk di sini ada pemberian subsidi untuk rapid test terhadap penumpang kereta api, ini juga merupakan salah satu upaya untuk memberikan kepercayaan kepada penumpang masyarakat terhadap pelayanan KA," kata Zulfikri dalam konferensi pers, Kamis (17/9/2020) lalu.

Zulfikri menuturkan, subsidi rapid test merupakan satu dari tiga subsidi yang direncanakan. Dua subsidi lainnya berupa pembayaran pengoperasian KA Perintis pada semester I dan pengalokasian anggaran untuk pembayaran penjagaan dan aset lintas perintis, serta penyesuaian PSO akibat pembatasan penumpang.

Pemberian subsidi kepada operator itu dilakukan agar operator kereta bisa menjaga keberlangsungan usahanya di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, jumlah penumpang kereta api terus menurun sejak PSBB diberlakukan pada Maret 2020.

Baca juga: Indofarma Segera Luncurkan Rapid Test Buatan Sendiri

"Ini yang dihadapi oleh para operator. Karena pandemi sangat memberikan dampak yang besar terhadap industri jasa transportasi. Kita berikan bagaimana bisa survive atau menjaga keberlangsungan usahanya tetap berjalan," papar dia. 

Kemenhub mencatat, jumlah penumpang KA antar kota masih di bawah 50 persen dari pembatasan maksimum 70 persen. Pada Agustus 2020, okupansi penumpang mencapai 47 persen, namun menurun jadi 27 persen pada September 2020.

Begitu pula dengan kereta KRL Jabodetabek. Okupansi rata-rata harian kurang dari 30 persen, padahal okupansi maksimal di dalam kereta diperbolehkan sekitar 43 persen. Ada penurunan pada September menjadi 26 persen dari bulan sebelumnya sebesar 27 persen.

"Upaya untuk meminimalisir tingkat penularan di kereta, sudah dilakukan sesuai dengan SE maupun para operator kita. Di antaranya sekarang untuk KRL diberikan sirkulasi udara di dalam kereta di samping implementasi 3 M," pungkas dia. 

Baca juga: Mengenal Apa Itu Resesi dan Bedanya dengan Depresi Ekonomi

(Sumber: KOMPAS.com/Fika Nurul Ulya | Editor: Sakina Rakhma Setiawan)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelontorkan Rp 500 Miliar, JBio Bangun Pabrik Biofarmasi dan Vaksin Modern

Gelontorkan Rp 500 Miliar, JBio Bangun Pabrik Biofarmasi dan Vaksin Modern

Whats New
Begini Cara Pesan Vaksin Covid-19 secara Mandiri

Begini Cara Pesan Vaksin Covid-19 secara Mandiri

Whats New
Menimbang Untung Rugi Indonesia dalam Perjanjian Perdagangan Asean

Menimbang Untung Rugi Indonesia dalam Perjanjian Perdagangan Asean

Whats New
Ekonomi Digital Tumbuh di Tengah Pandemi, Kini Asia Tenggara Punya 12 Startup Unicorn

Ekonomi Digital Tumbuh di Tengah Pandemi, Kini Asia Tenggara Punya 12 Startup Unicorn

Whats New
Ini Pinjol yang Terdaftar dan Berizin di OJK Per November 2020

Ini Pinjol yang Terdaftar dan Berizin di OJK Per November 2020

Whats New
ADB Beri Pinjaman Rp 8,46 Triliun ke PLN

ADB Beri Pinjaman Rp 8,46 Triliun ke PLN

Whats New
Erick Thohir Beberkan Alasan Pemerintah Tidak Pilih Vaksin Covid-19 Pfizher dan Moderna

Erick Thohir Beberkan Alasan Pemerintah Tidak Pilih Vaksin Covid-19 Pfizher dan Moderna

Whats New
Antisipasi Wabah DBD selama Pandemi, Enesis Grup Berikan Bantuan untuk Masyarakat Jawa Barat

Antisipasi Wabah DBD selama Pandemi, Enesis Grup Berikan Bantuan untuk Masyarakat Jawa Barat

Rilis
Survei Kemnaker: 88 Persen Perusahaan Terdampak Pandemi Covid-19

Survei Kemnaker: 88 Persen Perusahaan Terdampak Pandemi Covid-19

Whats New
Bantu Pulihkan Ekonomi, PGN Salurkan Gas ke PT Pupuk Kujang Cikampek

Bantu Pulihkan Ekonomi, PGN Salurkan Gas ke PT Pupuk Kujang Cikampek

Whats New
Erick Thohir Sebut Ada Kelompok Masyarakat yang Menolak Divaksin Covid-19

Erick Thohir Sebut Ada Kelompok Masyarakat yang Menolak Divaksin Covid-19

Whats New
Erick Thohir: UU Cipta Kerja Lahir untuk Dobrak Stagnasi Perekonomian RI

Erick Thohir: UU Cipta Kerja Lahir untuk Dobrak Stagnasi Perekonomian RI

Whats New
Saat Pandemi, Suntikan Dana ke Sektor Digital RI Capai 2,8 Miliar Dollar AS

Saat Pandemi, Suntikan Dana ke Sektor Digital RI Capai 2,8 Miliar Dollar AS

Whats New
Erick Thohir: 2,56 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

Erick Thohir: 2,56 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

Whats New
Pemerintah Kantongi Rp 10 Triliun Hasil Lelang Sukuk Negara

Pemerintah Kantongi Rp 10 Triliun Hasil Lelang Sukuk Negara

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X