Penjualan Motor di Indonesia Diprediksi Anjlok 45 Persen Tahun Ini

Kompas.com - 23/09/2020, 11:00 WIB
Deretan motor yang dipajang di stan Triumph pada hari ketiga pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/4/2018). Kompas.com/Alsadad RudiDeretan motor yang dipajang di stan Triumph pada hari ketiga pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/4/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan sepeda motor di Indonesia mengalami pukulan telak akibat pandemi Covid-19. Bahkan, sampai dengan akhir tahun ini penjualan kendaraan roda tahun ini diproyeksi merosot hingga 45 persen.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala melaporkan, sejak awal tahun hingga Juli 2020, penjualan sepeda motor baru mencapai 2,1 juta unit. Realisasi tersebut terkoreksi 42 persen dibanding periode yang sama pada 2019.

“Tahun ini diperkirakan penjualan hanya menyentuh 3,6 juta sampai 3,7 juta (unit) yang berarti pasar terkoreksi 45 persen dibandingkan tahun 2019,” ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (22/9/2020).

Baca juga: Resesi Kian Dekat, Simak Petuah Warren Buffett soal Investasi di Masa Sulit

Berdasarkan data yang dipaparkan Sigit, rata-rata penjualan motor nasional setiap tahunnya mencapai 6,3 juta unit. Pada 2019, produsen motor nasional mampu menjual 6,5 juta unit.

“Namun kami tidak bisa menghindar di tahun ini. Di tahun 2020 kami industri terdampak dari Covid-19,” ujar dia.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan, penjualan sepeda motor tahun ini mulai mengalami penurunan pada April lalu. Sepeda motor yang terjual di seluruh Indonesia hanya mencapai 123.782 unit, atau turun 78 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Penurunan dirasakan cukup berat pada April tahun ini pada saat PSBB diberlakukan di seluruh Jabodetabek,” katanya.

Tidak berhenti sampai disitu, pada Mei penjualan sepeda motor kembali mengalami penurunan sebesar 82 persen dibandingkan April, menjadi 21.851 unit. Penurunan tersebut merupakan yang terdalam sepanjang tahun ini.

Baca juga: Soal FinCEN Files, Ini Kata BCA

“Pada saat itu anggota AISI hampir seluruh pabriknya tidak berproduksi, karena kami mengikuti protokol sehatan pemerintah,” ujarnya.

Namun, penjualan mulai mengalami pembaikan pada Juni. Sigit menyebutkan, pada Juni penjualan motor meroket 669 persen menjadi 167.992 unit.

“Dan (peningkatan penjualan) berlanjut di Juli menguat di atas 73 persen sehingga mencapai angka penjualan 292.000 unit,” ucapnya.

Baca juga: [POPULER MONEY] Heboh FinCEN Files | RI Siap-siap Resesi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X